Unduh PDF
Unduh PDF
Ketika tersesat di hutan atau menguji kemampuan terhadap alam, Anda harus mempersiapkan diri untuk bertahan hidup di alam liar. Sejumlah selebritas penyintas mungkin menyarankan untuk meminum cairan tubuh tertentu. Namun, asalkan Anda berpegang teguh pada hal-hal dasar dan melakukan apa yang dibutuhkan untuk memperoleh air, membangun tempat berlindung, mendapatkan makanan, dan menjaga kehangatan, para selebritas tersebut sebetulnya hanya "makan hati", sedangkan Anda kemungkinan benar-benar harus memakan hati.
Langkah
-
Carilah perairan seperti sungai, kali, danau, atau kolam. Air mengalir ke hilir sehingga sebaiknya cari perairan di depresi (cekungan) bumi dan lembah. Kalau Anda berada dalam wilayah pegunungan, kemungkinan besar pada akhirnya Anda akan menemukan sungai atau kali jika berjalan sejajar terhadap gunung. [1] X Teliti sumber
- Jika Anda menemukan perairan, bangunlah tempat berlindung di dekatnya. Jangan bangun tempat berlindung di tepi air karena hewan liar (yang mungkin berbahaya) akan sering berada di sana untuk melepaskan dahaga. [2] X Teliti sumber
-
Sterilkan air yang berasal dari danau, kolam, kali, dan sungai. Anda harus selalu merebus air yang diambil dari perairan. [3] X Teliti sumber Jika Anda memiliki wadah logam, taruhlah di atas api untuk merebus air selama 20 menit sampai steril. Kalau Anda tidak memiliki wadah untuk merebus, buatlah lubang rebus untuk mendidihkan air. [4] X Teliti sumber
- Untuk mendidihkan air dengan lubang rebus, gali lubang kira-kira sepanjang 0,5 meter dan lebar 0,5 meter, serta kedalaman 0,5 meter di sebelah api unggun. [5] X Teliti sumber
- Kemudian, pisahkan tanah liat dari tanah (warnanya kemerahan dan lengket), lalu lapisi lubang dengan tanah liat demi memastikan tidak ada retak atau bukaan di lapisan tanah liat. [6] X Teliti sumber
- Kemudian, gunakan wadah seperti topi atau sepatu untuk memindahkan air dari sumber air ke lubang rebus sampai penuh. [7] X Teliti sumber
- Setelah lubang sudah dipenuhi air, panaskan bebatuan di api unggun selama kurang lebih 10 menit sebelum dimasukkan ke lubang. Ganti batu yang sudah mendingin di lubang dengan batu panas segar sampai air mendidih selama 20 menit. [8] X Teliti sumber
-
Gali lubang jika Anda tidak menemukan danau, kolam, sungai, atau kali. Sebelum tidur, galilah lubang sepanjang kurang lebih 0,5 meter, lebar 0,5 meter, dan sedalam 0,5 meter. Lubang akan terisi penuh semalaman. Air akan berlumpur sehingga saring terlebih dahulu memakai selembar kain, misalnya kaus Anda. [9] X Teliti sumber
- Jika Anda tidak memiliki kain untuk menyaring air, pakailah baju untuk menyerap air dan memerasnya ke mulut Anda. Baju akan menahan sebagian besar lumpur. [10] X Teliti sumber
-
Gunakan baju untuk menyerap air dari tanah dan tanaman jika tidak menemukan sumber air lain. Di pagi hari, pakailah baju untuk mengumpulkan embun. Tekan saja ke tanah dan kain akan menyerap air untuk diperas kemudian ke mulut. Selama siang hari, gantungkan baju di belakang Anda saat melalui belukar. Baju akan menyerap sebagian air dari dedaunan yang juga bisa diperas ke mulut. [11] X Teliti sumber
-
Ikuti semut yang memanjat pohon untuk menemukan kantong air di batang. Kalau Anda melihat semut merayap di pohon, kemungkinan besar ia sedang menuju sumber air yang tertampung di salah satu alur pohon. Ikuti barisan semut untuk menemukan tujuannya di pohon, dan kalau bisa dijangkau, tekankan baju Anda ke sana untuk menyerap airnya. Kemudian, Anda bisa memeras air untuk masuk mulut. [12] X Teliti sumber
- Berhati-hatilah untuk tidak menelan semut saat menerapkan metode ini; hewan ini bisa menggigit Anda. [13] X Teliti sumber
Iklan
-
Temukan pohon tumbang atau sisi tebing. Sebaiknya bangun tempat berlindung memakai permukaan besar yang dapat menangkal angin kencang dan ideal sebagai tempat bersembunyi dari hewan predator. Carilah pohon tumbang atau pecahan batu di sekitar sumber air terdekat (kalau ada). [14] X Teliti sumber
- Pastikan tidak ada hewan liar yang sudah menghuni calon tempat berlindung Anda. [15] X Teliti sumber
-
Sandarkan dahan besar ke pohon atau sisi tebing. Biasanya banyak dahan jatuh yang berserakan di lantai hutan sehingga Anda tidak perlu menebang pohon. Carilah dahan-dahan besar di hutan dan sandarkan pada pohon atau batu serapat mungkin. [16] X Teliti sumber
- Idealnya, dahan sebaiknya selurus mungkin dan panjangnya kurang lebih 2 meter dan berdiameter 5-8 cm. [17] X Teliti sumber
- Pastikan tempat berlindung Anda kecil, tetapi masih cukup besar untuk badan Anda, minimal ketika meringkuk. Semakin kecil tempat berlindung Anda, semakin mudah Anda menghangatkan diri dengan panas tubuh. [18] X Teliti sumber
-
Isi celah di dahan besar dengan ranting kecil. Tidak peduli seberapa lurus dan rapat dahan besar, pasti masih ada celah di antaranya. “Tambal” celah ini dengan ranting kecil. kemudian, tutupi seluruh tempat berlindung dengan dedaunan dan sesampahan lain dari tanah hutan. [19] X Teliti sumber
-
Alasi tanah di tempat berlindung dengan dedaunan kering atau jarum pinus. Anda akan kesulitan menjaga suhu badan kalau tidur di tanah lembap. Tumpuklah dedaunan kering atau jarum pinus (atau keduanya) di dalam tempat berlindung untuk menahan suhu dingin dari tanah di bawah Anda. [20] X Teliti sumber
- Sebaiknya. ganti alas tidur setiap hari kalau dedaunan atau ranting kering mudah ditemukan di sekitar tempat berlindung. [21] X Teliti sumber
-
Bangun tempat berlindung di sekeliling depresi tanah kalau berada di gurun pasir. Gunakan pasir hasil galian untuk membuat pelindung di sekeliling depresi. Kemudian, tutupi depresi dengan semak-semak kalau ada, atau memakai kain yang tersedia untuk melindungi diri dari berbagai unsur di sekitar. [22] X Teliti sumber
-
Buat tempat berlindung parit salju kalau berada di iklim dingin. Caranya, gali parit di salju sedikit lebih panjang dari tubuh dan tumpukkan salju bekas galian ke sekelilingnya untuk menciptakan pelindung terhadap berbagai unsur. Kemudian, buat atap dengan membentuk pola kisi memakai stik di atas tempat berlindung dan tumpukkan salju di atasnya. [23] X Teliti sumberIklan
-
1Makan serangga. Serangga dapat menjadi sumber protein dan gizi yang bagus ketika berada di alam liar. Cari atau gali di tanah demi menemukan serangga, seperti ulat, kumbang, belalang, dan jangkrik untuk dimakan. Carilah di petak tanah yang lembap dan di kayu yang membusuk. Di sini biasanya banyak serangga berkumpul. [24] X Teliti sumber
-
Cari kacang-kacangan dan kayu yang bisa dimakan di pepohonan. Periksa pangkal pohon untuk menemukan kacang seperti biji ek. Kacang ini bisa dipanggang di api dan mengandung cukup protein. [27] X Teliti sumber Sebagian pohon, terutama tanaman keluarga cemara seperti pinus, spruce , dan fir (semuanya memiliki duri/jarum) memiliki lapisan dalam kulit yang bisa dimakan. Setelah menemukan salah satu dari pepohonan ini, gali batangnya dengan batu untuk mengambil lapisan dalamnya yang serupa karet dan berwarna krim. Bagian pohon ini bisa dimakan. [28] X Teliti sumber
-
Carilah sarang burung di tanah dan dahan yang menggantung rendah. Ketika beraktivitas di siang hari, carilah sarang burung di tanah di antara akar atau di ranting pohon yang berisi telur. Anda bisa mengumpulkan telur, dan bahkan menangkap burung kalau mau menunggunya kembali ke sarang. [31] X Teliti sumber
- Anda bisa memasak telur tanpa panci dengan mengetuk bagian atas telur hingga terbentuk lubang selebar 2,5 cm dan panjang 2,5 cm memakai ranting kecil. [32] X Teliti sumber
- Kemudian, pakai tongkat untuk menarik bara dari api ke pinggir perapian, dan buat cekungan supaya telur bisa berdiri di atasnya. [33] X Teliti sumber
- Taruh telur di gundukan arang tersebut dan masak selama kurang lebih 5-10 menit (Anda bisa melihat apakah telur sudah matang dengan mengintip lewat lubang di bagian atas cangkang). [34] X Teliti sumber
- Setelah telur dimasak, Anda bisa mengupas cangkangnya dan memakan isinya! [35] X Teliti sumber
-
Buat tombak dan gunakan untuk menangkap hewan. Temukan pohon kayu keras yang masih kecil dan potong memakai batu. Sebaiknya pohon kecil ini memiliki panjang 1,5 meter dan berdiameter minimal 2,5-5 cm. Gunakan batu untuk memotong dahan dan menajamkan ujungnya. Kemudian, keraskan ujung tombak dengan membakarnya memakai api. [36] X Teliti sumber
- Jika Anda membawa tombak di siang hari, pakailah untuk berburu hewan kecil seperti kelinci, tupai, katak, dan ikan yang nantinya bisa dipanggang di api. [37] X Teliti sumber
-
Carilah kaktus dan kadal untuk dimakan jika terdampar di gurun. Beragam jenis kaktus memiliki batang yang bisa dimakan mentah-mentah. Pertama, balut tangan dengan baju untuk melindunginya dari duri (daun) kaktus, lalu patahkan batang dari tanaman. Kemudian, gunakan batu untuk mengikis dedurian sebelum memakan batang kaktus. Di sisi lain, coba keberuntungan Anda dengan menangkap kadal. Kalau melihat kadal di dekat Anda, berdiamlah sebisa mungkin sampai ia mendekat, lalu tangkap secepat mungkin. [38] X Teliti sumber
- Kalau Anda akan memakan kadal, masaklah sematang mungkin untuk mencegah salmonela. Berfokuslah untuk memakan daging ekornya. Usahakan tidak memakan mulut kadal karena di sinilah salmonela banyak berada. [39] X Teliti sumber
-
Berfokuslah menemukan ikan di iklim dingin. Jika berada dekat lautan di iklim dingin, Anda bisa mencoba menangkap ikan dengan menggali lubang di area tempat arus pasang bertemu pasang naik (Anda perlu mengamati pasang laut terlebih dahulu untuk bisa menentukan tempat ideal membuat lubang). Ikan akan terperangkap di lubang ini ketika pasang surut. Jika tidak berada dekat lautan, Anda masih bisa menangkap ikan memakai tombak di sungai atau danau. [40] X Teliti sumberIklan
-
Bangun perapian. Buatlah perapian minimal sejauh 1,5 meter dari tempat berlindung dengan menggali lubang sepanjang 0,5 meter dan lebar 0,5 meter serta sedalam 15 cm memakai batu dan melingkari pinggiran lubangnya dengan bebatuan. [41] X Teliti sumber
- Setelah lubang perapian selesai digali, susun tumpukan dedaunan atau jarum pinus sebagai kayu bakar. [42] X Teliti sumber
-
Buat bow drill (bor busur) atau busur api. Cari potongan kayu keras atau batu yang memiliki cekungan untuk menampung ujung bor. Kemudian, cari potongan kayu lunak dan lubangi memakai batu tajam. Buat potongan berbentuk segitiga dari tepi kayu lunak ke lubang, dengan titik segitiga berada dalam lubang. Cari dahan hijau dan lentur, lalu ikatkan tali sepatu pada masing-masing ujung dahan untuk membuat busur panah. Kemudian, cari kayu keras berdiameter kira-kira 2 cm untuk membuat bor. [43] X Teliti sumber
- Kalau Anda tidak memiliki tali sepatu, dan berada di area hutan, buatlah benang dengan menggali lapisan dalam pohon memakai batu, menarik keluar seratnya, dan mengikatnya menjadi satu. [44] X Teliti sumber
- Kalau Anda tidak berada di area hutan dan membutuhkan benang, coba buat dengan memotong beberapa helai rambut dan mengikatnya menjadi seutas benang. [45] X Teliti sumber
- Kalau rambut Anda tidak cukup, coba buat benang dengan mengikat beberapa helai bulu kuas. [46] X Teliti sumber
-
Gunakan bow drill untuk menyalakan api. Posisikan kayu lunak ke perapian sehingga kayu bakar mengisi sayatan segitiga di pinggiran. Kemudian, letakkan bor di lubang dengan benang busur membalutnya dalam lilitan tunggal dengan busur sejajar dengan tanah. Tahan kayu lunak dengan kuat memakai kaki dan taruh di atas bor dalam divot kayu keras atau batu yang ditemukan untuk menjaganya tidak bergerak. Kemudian, gerakkan busur maju mundur sehingga bor berputar dan menciptakan percikan api. [47] X Teliti sumber
- Setelah beberapa menit “menggergaji”, Anda akan mulai melihat asap. Kalau sudah, tiup kayu bakar dengan lembut supaya percikan api menyebar. [48] X Teliti sumber
- Setelah kayu mulai terbakar, bentuk piramida di sekelilingnya dengan ranting dan kulit pohon di tengah, lalu bangun piramida lagi di sekelilingnya dengan dahan kecil, dan piramida terakhir di sekelilling dahan yang lebih besar. [49] X Teliti sumber
- Setelah mulai menyala, sebaiknya pertahankan nyala api dengan menambahkan kayu bakar sepanjang hari. [50] X Teliti sumber
Iklan
-
Makanlah larut malam. Tubuh menciptakan panas ketika memetabolisme makanan sehingga sebaiknya kita memanfaatkannya untuk bertahan hidup. Makanlah makanan berkadar lemak tinggi seperti kacang, serangga, dan hewan kecil sebelum tidur sehingga tubuh menghasilkan panas di malam hari ketika suhu berada pada titik terdingin. [51] X Teliti sumber
-
Tutupi diri dengan tanah, sesampahan, dan dedaunan sebelum tidur. Ketika Anda tidur di tempat perlindungan di malam hari, tutupi diri dengan beberapa lapis tanah, dedaunan, dan benda-benda lainnya yang dikumpulkan di siang hari. “Selimut” ini dapat membantu menahan udara malam yang dingin. [52] X Teliti sumber
- Namun, jangan buat tubuh terlalu hangat sampai berkeringat. Keringat akan mendinginkan tubuh dan melembapkan alas tidur, yang mengurangi efektivitasnya dalam menahan suhu dingin. [53] X Teliti sumber
-
Berdiamlah di tempat berlindung ketika hujan. Hal ini sangat penting di iklim tropis ketika curah hujan cukup tinggi. Kalau hujan turun, sebaiknya berlindung di tempat persembunyian. Kalau Anda kebasahan, keringkan tubuh dan pakaian sebisa mungkin. Tubuh dan pakaian yang lembap dapat mendatangkan penyakit dan infeksi jamur. [54] X Teliti sumberIklan
-
Hindari predator. Predator akan menjadi masalah di semua lokasi di bumi. Untuk mencegahnya, usahakan memberikan peringatan awal dengan bersiul atau menyanyi ketika Anda pergi. Anda juga perlu menyingkirkan bau makanan di tempat berlindung dengan membuang sisa makanan jauh-jauh. Sebaiknya Anda juga mewaspadai sekeliling ketika menemukan bangkai hewan yang masih baru karena sebagian predator akan berkeliaran sebentar meninggalkan hasil buruannya sebelum kembali ke sana. [55] X Teliti sumber
- Kalau Anda bertemu predator, jangan panik. Jangan menatap langsung ke matanya, dan menjauhlah perlahan selagi membuat diri Anda tampak sebesar mungkin dengan mengibaskan tangan di udara. [56] X Teliti sumber
-
Jaga kulit tetap tertutup untuk mencegah goresan dan gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan infeksi. Hal ini penting, terutama di iklim tropis tempat cuaca hangat dan lembap dapat mempercepat infeksi. Selain itu, banyak serangga lokal yang memiliki racun. Kalau Anda tidak punya celana panjang atau baju lengan panjang, tutupi kulit dengan membalutkan daun di lengan dan kaki, lalu ikat dengan sulur. [57] X Teliti sumber
-
Rawat tulang patah dan jangan memaksakan diri sampai tulang sembuh. Jika Anda berada dalam hutan, tulang patah bisa dibelat dengan menjajarkan 2 batang kayu di setiap sisi tulang dan mengikatnya memakai tali sepatu atau sulur muda agar tidak bergerak. Kalau Anda tidak berada di area hutan dan tidak bisa menemukan dahan, hindari menggerakkan tulang sebanyak mungkin sehingga bisa sembuh dengan baik. Apa pun yang terjadi, Anda harus istirahat sebanyak mungkin sehingga tulang punya energi untuk menyambung kembali. [58] X Teliti sumber
-
Tetaplah terhidrasi dan banyak istirahat ketika mulai merasa sakit. Kalau Anda merasakan diri mulai sakit, atau sudah terjangkit, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah tetap terhidrasi dan istirahat. Berdiamlah di dalam tempat berlindung dan siapkan air di dekat Anda selagi memulihkan diri. Usahakan untuk menjaga kehangatan karena tubuh yang dingin akan lebih lama pulih dari penyakit. [59] X Teliti sumberIklan
Tips
- Menjaga hidrasi harus menjadi prioritas utama. Anda bisa bertahan selama beberapa hari tanpa tempat berlindung dan beberapa minggu tanpa makan, tetapi dampak dehidrasi akan terasa dalam beberapa hari.
- Bertahan hidup di alam liar berkutat pada menciptakan dan menyimpan tingkat energi yang cukup. Pastikan Anda banyak makan, cukup tidur, dan jangan banyak melakukan gerakan tidak perlu.
- Jangan makan tanaman kecuali Anda 100% yakin tanaman aman dimakan. Tumbuhan yang tidak boleh dimakan bisa membuat Anda sakit dan dehidrasi.
- Ketika bergerak di siang hari, tandai jalur dengan menyayat pohon atau menumpuk batu. Dengan demikian, Anda tidak akan tersesat.
- Kalau Anda menemui hewan besar, menjauhlah perlahan-lahan sampai di luar jangkauannya. Gerakan tiba-tiba hanya akan mengisyaratkan bahwa Anda adalah ancaman baginya dan bahkan hewan nonpredator akan menyerang Anda.
Iklan
Referensi
- ↑ https://www.primalsurvivor.net/how-to-survive-in-the-wild-without-any-supplies/
- ↑ http://survival-mastery.com/skills/bushcraft/how-to-survive-in-the-wild.html
- ↑ http://nature-mentor.com/how-to-survive-in-the-wild-with-nothing/
- ↑ https://www.thegoodsurvivalist.com/2-methods-of-boiling-water-without-a-pot-in-the-wilderness/
- ↑ https://www.thegoodsurvivalist.com/2-methods-of-boiling-water-without-a-pot-in-the-wilderness/
- ↑ https://www.thegoodsurvivalist.com/2-methods-of-boiling-water-without-a-pot-in-the-wilderness/
- ↑ https://www.thegoodsurvivalist.com/2-methods-of-boiling-water-without-a-pot-in-the-wilderness/
- ↑ https://www.thegoodsurvivalist.com/2-methods-of-boiling-water-without-a-pot-in-the-wilderness/
- ↑ https://thrillspire.com/how-to-survive-in-wild
- ↑ https://thrillspire.com/how-to-survive-in-wild
- ↑ https://www.primalsurvivor.net/how-to-survive-in-the-wild-without-any-supplies/
- ↑ https://www.primalsurvivor.net/how-to-survive-in-the-wild-without-any-supplies/
- ↑ https://www.primalsurvivor.net/how-to-survive-in-the-wild-without-any-supplies/
- ↑ http://nature-mentor.com/how-to-survive-in-the-wild-with-nothing/
- ↑ http://nature-mentor.com/how-to-survive-in-the-wild-with-nothing/
- ↑ http://nature-mentor.com/how-to-survive-in-the-wild-with-nothing/
- ↑ http://nature-mentor.com/how-to-survive-in-the-wild-with-nothing/
- ↑ https://thrillspire.com/how-to-survive-in-wild
- ↑ http://nature-mentor.com/how-to-survive-in-the-wild-with-nothing/
- ↑ http://blog.theclymb.com/tips/10-tips-for-wilderness-survival/
- ↑ http://blog.theclymb.com/tips/10-tips-for-wilderness-survival/
- ↑ http://wildernessarena.com/food-water-shelter/shelter-natural-shelter/desert-shelters
- ↑ https://www.survivalresources.com/snow-trench-shelter.html
- ↑ https://www.backpacker.com/survival/12-edible-bugs-that-could-help-you-survive
- ↑ https://www.backpacker.com/survival/12-edible-bugs-that-could-help-you-survive
- ↑ https://www.backpacker.com/survival/12-edible-bugs-that-could-help-you-survive
- ↑ http://nature-mentor.com/how-to-survive-in-the-wild-with-nothing/
- ↑ https://www.outdoorlife.com/blogs/survivalist/2011/11/survival-foods-can-you-really-eat-tree-bark
- ↑ https://www.outdoorlife.com/blogs/survivalist/2011/11/survival-foods-can-you-really-eat-tree-bark
- ↑ https://www.outdoorlife.com/blogs/survivalist/2011/11/survival-foods-can-you-really-eat-tree-bark
- ↑ http://survival-mastery.com/skills/bushcraft/how-to-survive-in-the-wild.html
- ↑ https://youtu.be/UWYjGw0QC3Q?t=28
- ↑ https://youtu.be/UWYjGw0QC3Q?t=68
- ↑ https://youtu.be/UWYjGw0QC3Q?t=85
- ↑ https://youtu.be/UWYjGw0QC3Q?t=115
- ↑ https://www.outdoorlife.com/blogs/survivalist/survival-skills-make-fire-hardened-spear
- ↑ http://nature-mentor.com/how-to-survive-in-the-wild-with-nothing/
- ↑ http://crisistimes.com/desert_food.php
- ↑ http://crisistimes.com/desert_food.php
- ↑ https://www.seeker.com/finding-edible-plants-and-animals-in-extreme-cold-1765367809.html
- ↑ http://survival-mastery.com/skills/bushcraft/how-to-survive-in-the-wild.html
- ↑ http://survival-mastery.com/skills/bushcraft/how-to-survive-in-the-wild.html
- ↑ https://www.thebugoutbagguide.com/primitive-fire-making/
- ↑ https://www.outdoorlife.com/blogs/survivalist/2014/05/survival-skills-make-string-%E2%80%94-and-cloth#page-2
- ↑ https://www.outdoorlife.com/blogs/survivalist/2014/05/survival-skills-make-string-%E2%80%94-and-cloth#page-2
- ↑ https://www.outdoorlife.com/blogs/survivalist/2014/05/survival-skills-make-string-%E2%80%94-and-cloth#page-2
- ↑ https://www.thebugoutbagguide.com/primitive-fire-making/
- ↑ https://www.thebugoutbagguide.com/primitive-fire-making/
- ↑ http://survival-mastery.com/skills/bushcraft/how-to-survive-in-the-wild.html
- ↑ https://www.thebugoutbagguide.com/primitive-fire-making/
- ↑ https://www.survivalsullivan.com/stay-warm-wilderness/
- ↑ https://www.primalsurvivor.net/how-to-survive-in-the-wild-without-any-supplies/
- ↑ https://www.survivalsullivan.com/stay-warm-wilderness/
- ↑ https://traveltips.usatoday.com/survive-amazon-rainforest-12654.html
- ↑ http://www.petersenshunting.com/big-game/how-to-survive-when-facing-a-predator-in-the-wild/
- ↑ http://www.petersenshunting.com/big-game/how-to-survive-when-facing-a-predator-in-the-wild/
- ↑ https://traveltips.usatoday.com/survive-amazon-rainforest-12654.html
- ↑ https://www.offthegridnews.com/extreme-survival/5-steps-to-treating-broken-bones-in-the-wilderness/
- ↑ https://blog.nols.edu/2017/01/13/how-to-handle-flu-like-illness-in-the-backcountry
Tentang wikiHow ini
Halaman ini telah diakses sebanyak 12.825 kali.
Iklan