Unduh PDF
Unduh PDF
Pecinta popok (PP) adalah orang dewasa yang suka memakai popok, walaupun tidak diharuskan (untuk alasan medis). Beberapa alasan yang paling umum adalah karena nyaman, kesenangan seksual, atau sekadar lebih suka popok dibandingkan celana dalam biasa. Anda mungkin kebingungan saat pertama kali bertemu orang dewasa yang suka mengenakan popok, atau tidak tahu harus berbuat apa ketika seseorang mengatakan suka memakai popok. Pahamilah mereka supaya dapat berhubungan baik dengan orang-orang yang menyukai popok.
Langkah
-
Pahami kecenderungan pecinta popok. Salah satu penelitian yang dilakukan kepada para pecinta popok menemukan bahwa kebanyakan dari mereka mengenakan popok atau memulai perilaku layaknya bayi untuk mengekspresikan hasrat kanak-kanak mereka (kira-kira pada usia 11-12 tahun) dan perilaku ini telah dilakukan selama bertahun-tahun. [1] X Teliti sumber Hawkinson, K., & Zamboni, B. D. (2014). Adult baby/diaper lovers: An exploratory study of an online community sample. Archives of Sexual Behavior, 43(5), 863-877.
- Kebanyakan pecinta popok adalah laki-laki, pengangguran, dan berusia sekitar 35 tahun. [2] X Teliti sumber
- Lebih banyak pria yang berkecimpung di aktivitas gemar popok, misalnya memakai popok, mengompol, dan buang kotoran di popok. [3] X Teliti sumber Hawkinson, K., & Zamboni, B. D. (2014). Adult baby/diaper lovers: An exploratory study of an online community sample. Archives of Sexual Behavior, 43(5), 863-877.
-
Sadarilah bahwa banyak pecinta popok yang kini dan dahulu mengalami masalah inkontinensia. Sebagian individual mulai mengenakan popok dewasa ketika mulai memliki masalah dengan buang air tidak terkontrol. Sebagai akibatnya, mereka diharuskan memakai popok, dan seiring waktu mulai menyukai banyak aspek dari penggunaan popok. [4] X Teliti sumber
-
Lihatlah riwayat pribadinya. Sebagian penelitian telah menunjukkan bahwa orang dewasa yang berperilaku layaknya bayi dan mengenakan popok memiliki riwayat korban kekerasan di masa kanak-kanak dan/atau transgender. [5] X Teliti sumber Sebagian individual mengekspresikan jenis kelamin lain (misalnya seorang laki-laki bersikap layaknya perempuan). Sebagian individu mengekspresikan fluiditas gender. [6] X Teliti sumber
- Sangat penting untuk tidak menghakimi masa lalu orang lain berdasarkan caranya berekspresi saat ini, bahkan jika perilakunya tidak Anda sukai.
-
Terimalah bahwa tidak semua pecinta popok suka bersikap layaknya bayi. Walaupun sebagian pecinta popok menyukai gaya hidup layaknya bayi, sebagian lagi tidak. Mereka mengenakan popok karena terasa nyaman, rileks, atau untuk pemanasan sebelum berhubungan seksual ( foreplay ). Mengenakan popok bukan berarti orang tersebut otomatis ingin diperlakukan seperti bayi. [7] X Teliti sumber
-
Pahami bahwa sebagian pecinta popok mengenakan popok untuk alasan seksual. Orang menyukai beragam jenis objek dan praktek seksual, mulai dari kulit dan karet, sampai pakaian dalam lawan jenis. Popok sifatnya lembut, hangat, dan bersentuhan langsung dengan organ reproduksi. Wajar saja kalau popok dapat memicu hasrat seksual sebagian orang saat dikenakan.
-
Kenalilah fetisisme. Sebagian orang suka memakai popok sebagai bentuk fetis bernama autonepiophilia , atau Sindrom Bayi dewasa ( Adult Baby Syndrome ). Orang-orang ini mendapatkan kesenangan seksual dengan bersikap dan diperlakukan seperti bayi. Popok dipakai bukan untuk alasan medis, tetapi merupakan bagian dari gaya hidup mereka. [8] X Teliti sumber
- Bayi dewasa suka bermain dengan mainan bayi, bicara layaknya bayi, diperlakukan seperti bayi, dan melakukan aktivitas-aktivitas bayi. Seperti fetis-fetis lain, perilaku pada setiap orang akan agak berbeda. [9] X Teliti sumber
-
Terimalah bahwa banyak pecinta popok yang memiliki hubungan. Banyak orang dewasa yang memiliki minat berperilaku bayi dan/atau memakai popok, sedang dalam hubungan, dan pasangannya mengetahui perilaku ini. Memakai popok dapat menjadi bagian dari rangsangan, pemanasan, atau aktivitas seksual. [10] X Teliti sumber Hawkinson, K., & Zamboni, B. D. (2014). Adult baby/diaper lovers: An exploratory study of an online community sample. Archives of Sexual Behavior, 43(5), 863-877.
-
Ketahuilah bahwa pecinta popok bukan pedofil. Pedofil memiliki fantasi atau aktivitas seksual dengan anak belum akil balig. [11] X Teliti sumber Orang yang mengenakan pokok biasanya orang dewasa yang suka bermain peran seperti bayi. Mereka umumnya adalah orang dewasa (secara fisik).
- Layaknya skenario bermain peran lain, mereka yang berperan sebagai alien bukanlah alien asli. Artinya, bukan berarti seseorang tersebut suka menjadi alien atau berhubungan dengan alien.
-
Mintalah pecinta popok untuk menjelaskan situasinya kepada Anda. Dekatilah pecinta popok dengan pikiran terbuka, alih-alih memperlakukannya sebagai tabu. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait memakai popok, tanyakanlah. Jika seseorang menyatakan suka memakai popok, dia mungkin akan merasa nyaman membicarakan perilakunya dan menjelaskannya kepada Anda. Namun, perlu diingat bahwa mereka mungkin enggan membicarakan hal ini kecuali benar-benar percaya dengan Anda.
- Sama seperti semua pertanyaan pribadi, tanyakanlah dengan rasa hormat.
- Beri tahu bahwa Anda menganggapnya penting dan mendukungnya.
-
Terimalah pemakaian popok. Jika pemakai popok adalah seseorang dalam hidup Anda, belajarlah menerima perilaku memakai popok, bahkan jika Anda tidak memahaminya. Sadarilah bahwa Anda mungkin juga memiliki keanehan sendiri dan kenali rasa nyaman saat diterima orang lain.
- Jika seseorang mengungkapkan diri sebagai pencinta popok, ketahuilah bahwa dia mungkin merasa gugup atau malu untuk mengungkapkan hal ini kepada Anda. Sadarilah betapa beratnya memiliki rahasia pribadi, dan bagaimana pentingnya merasa rahasianya diterima. [12] X Teliti sumber
- Belajarlah menerima pemakai popok dengan pikiran terbuka, sadarilah bahwa seseorang boleh mengekspresikan dirinya dalam cara yang tidak biasa, bahkan jika Anda tidak memahaminya.
-
Terimalah si individu. Bahkan jika Anda tidak mengerti kegiatan seorang pecinta popok, belajarlah untuk menerima orang tersebut sebagai “manusia". Walaupun menurut Anda orang dewasa yang memakai popok itu aneh, setiap orang memiliki perbedaan yang unik. Memakai popok mungkin merupakan perbedaan besar dengan Anda, namun berfokuslah pada kesamaan yang kalian miliki. [13] X Sumber Tepercaya Yale University Kunjungi sumber
- Belajarlah untuk melihat melampaui perilaku gemar popok dan terimalah orang tersebut apa adanya.
- Tunjukkan kepada individu tersebut bahwa Anda tidak memedulikan perilaku gemar popoknya dan menerima dia pada level personal. Individu ini merasakan sakit, kegembiraan, kesedihan, dan kemarahan layaknya semua orang. Anda dapat memiliki hubungan normal dengan pecinta popok.
Peringatan
- Berhati-hatilah bahwa pecinta popok juga berbeda-beda. Satu pecinta popok tidak mewakili semua pecinta popok secara keseluruhan.
Referensi
- ↑ Hawkinson, K., & Zamboni, B. D. (2014). Adult baby/diaper lovers: An exploratory study of an online community sample. Archives of Sexual Behavior, 43(5), 863-877.
- ↑ https://www.psychologytoday.com/blog/in-excess/201310/childs-play
- ↑ Hawkinson, K., & Zamboni, B. D. (2014). Adult baby/diaper lovers: An exploratory study of an online community sample. Archives of Sexual Behavior, 43(5), 863-877.
- ↑ http://www.wearing-adult-diapers.com/Adult-Diaper-Lover.html
- ↑ https://www.psychologytoday.com/blog/in-excess/201310/childs-play
- ↑ https://www.psychologytoday.com/blog/in-excess/201310/childs-play
- ↑ http://www.wearing-adult-diapers.com/Adult-Diaper-Lover.html
- ↑ http://www.lehmiller.com/blog/2015/5/27/psychological-characteristics-of-the-adult-babydiaper-lover-fetish-community
- ↑ http://www.wearing-adult-diapers.com/Adult-Diaper-Lover.html
- ↑ Hawkinson, K., & Zamboni, B. D. (2014). Adult baby/diaper lovers: An exploratory study of an online community sample. Archives of Sexual Behavior, 43(5), 863-877.
- ↑ https://www.psychologytoday.com/conditions/pedophilia
- ↑ https://www.psychologytoday.com/blog/happiness-in-world/201209/the-danger-keeping-secrets?collection=123315
- ↑ http://www.yale.edu/ynhti/curriculum/units/1997/4/97.04.02.x.html#c