Unduh PDF Unduh PDF

Dengan menyalakan api, Anda berisiko membakar bangun dan objek lain di dekatnya. Jika ingin membakar kertas alih-alih memusnahkannya dengan cara lain, pastikan Anda tidak membahayakan bangunan terdekat. Untuk membakar sampah kertas dengan aman – dan mencegah risiko melukai diri dan mencemari atmosfer – ada beberapa metode yang bisa digunakan. Hal penting yang harus diperhatikan adalah memastikan Anda membakar kertas di area tertutup agar api tidak menyebar.

Metode 1
Metode 1 dari 3:

Memilih Area Pembakaran di Luar Ruangan

Unduh PDF
  1. Tergantung letak tempat tinggal Anda, pembakaran kertas di luar ruangan mungkin adalah perbuatan ilegal. Sebagai tambahan, asosiasi perkumpulan warga di tempat Anda mungkin melarang pembakaran kertas, sekalipun tidak dilarang secara hukum. Carilah informasi daring untuk mendapat kontak pemerintah daerah, lalu hubungi mereka lewat telepon atau surel untuk mencari tahu apakah membakar kertas adalah perbuatan ilegal. [1]
    • Hubungi perwakilan asosiasi perkumpulan warga untuk mencari tahu apakah mereka melarang warganya membakar kertas.
  2. Perapian adalah tempat teraman untuk menyalakan api. Perapian dari batu biasanya dibuat di atas tanah yang kering, sedangkan perapian berbahan metal atau bata dibuat lebih tinggi agar api berada 0,3 sampai 0,6 meter dari atas tanah. Perapian dapat menampung kertas yang terbakar sekaligus membuat Anda bisa menyalakan api tanpa merusak rumput atau pepohonan di sekitarnya. [2]
    • Jika Anda tidak memiliki perapian, belilah perapian berbahan metal atau bata di toko peralatan rumah tangga terdekat.
    • Perapian yang lebih tinggi memiliki keunggulan tersendiri: karena posisinya berada di atas tanah, udara akan lebih mudah mengalir di bawah api. Hal ini memberikan ventilasi yang lebih baik, serta membuat kertas lebih mudah terbakar.
  3. Jika Anda tidak memiliki akses ke perapian, opsi selanjutnya adalah membuat lubang. Gunakanlah sekop untuk menggali tanah minimal sedalam 12 sampai 20 cm. Karena tanah tidak bisa terbakar, menggali lubang dapat memberikan ruang aman untuk membakar kertas tanpa risiko api menyebar. Setelah membakar kertas dan membuang abunya, tutup lubang tadi dengan tanah. [3]
    • Gunakanlah sekop atau tangan kosong untuk membersihkan rumput, tanaman, dan material lain yang dapat terbakar di sekitar lubang. Bersihkan seluruh sisi lubang sejauh 0,6 meter.
  4. Jika Anda memiliki uang lebih dan ingin memastikan api dari pembakaran kertas tidak menyebar, gunakanlah kurungan api. Alat ini adalah kota besi berventilasi dengan tinggi sekitar 1 meter yang berfungsi membakar beragam jenis material. Apabila Anda berencana membakar kertas secara rutin, belilah kurungan api. [4]
    • Carilah kurungan api di toko peralatan rumah tangga atau toko peralatan keras terdekat. Alat ini biasanya dihargai sekitar Rp1,5 juta sampai Rp4 juta.
  5. Jika Anda perlu membakar kertas sebanyak beberapa rim, api unggun besar adalah solusi terbaik. Panas yang intens dari api unggun besar akan membakar kertas lebih cepat daripada perapian atau drum berisi api. Buatlah api unggun dengan jarak minimal 3 meter dari pepohonan atau rerumputan terdekat untuk memastikan api tidak menyebar. Jangan meninggalkan api sampai benar-benar padam.
    • Sebagai langkah pencegahan, hubungilah departemen pemadam kebakaran sebelum membuat api unggun. Biarkan petugas tahu waktu dan tanggal Anda menyalakan api. Dengan demikian, jika api menyebar, mereka dapat membantu Anda memadamkannya.
  6. Jika kertas yang dibakar tidak banyak, Anda tidak perlu repot menyalakan api besar di perapian atau lubang (atau membuat api unggun). Jika Anda memiliki panggangan barbeku, alat tersebut dapat menjadi sumber panas yang baik. Masukkan arang ke dasar panggangan, lalu nyalakan dengan bahan bakar cair. Metode ini ideal jika kertas yang hendak dibakar kurang dari 20 lembar.
    • Jika panggangan bisa dilepas, pisahkan permukaan panggangan. Dengan demikian, Anda bisa membakar kertas langsung di atas arang panas.
    Iklan
Metode 2
Metode 2 dari 3:

Menyalakan Api di Luar Ruangan

Unduh PDF
  1. Jika Anda membakar kertas saat cuaca sedang berangin, serpihan kertas yang terbakar dapat terbang ke rumput dan pepohonan di sekitarnya. Periksa ramalan cuaca dan bakarlah kertas di luar ruangan saat cuaca tak berangin. Selain itu, sebaiknya bakarlah kertas saat udara sedang lembap agar serpihan kertas tidak memicu api apabila tak sengaja tertiup angin. [5]
    • Pastikan tidak ada risiko terjadinya kebakaran sebelum membakar kertas di luar ruangan.
  2. Sekalipun Anda hanya berencana untuk membakar sedikit kertas, Anda perlu menyiapkan alat pemadam api. Api dapat hilang kendali dengan cepat. Jadi, sangat penting untuk menyiapkan alat pemadam api di dekat Anda untuk memadamkannya. [6]
    • Jika Anda tidak memiliki pemadam api, belilah alat tersebut di toko perangkat keras terdekat atau di toko peralatan rumah tangga.
  3. Terlepas dari tempat yang dijadikan lokasi pembakaran, sangat penting untuk mencegah api menyebar. Untuk itu, singkirkanlah objek yang mudah terbakar dalam radius 3 meter dari sumber api. Hal ini termasuk potongan kayu, tempat sampah, tumpukan kayu bakar, kaleng minyak atau bensin, serta apa pun yang bisa tersulut api. [7]
    • Jika Anda khawatir api akan menyebar. Cobalah untuk membuat pembatas dari pasir di sekitar area pembakaran.
  4. Nyalakan api dengan beberapa potong kayu kecil sebelum mulai membakar kertas. Kertas dapat terbakar dengan cepat sehingga Anda perlu membakar beberapa kayu sebelum memasukkan kertas. Bentangkan sebuah alas kayu, seperti biji pinus atau robekan koran. Letakkan sebuah ranting kecil di atas alas tersebut. Terakhir, letakkan 3-4 potong kayu berukuran sedang. Sandarkan kayu satu sama lain agar tidak terbaring di atas kayu yang terbakar dan tersulut api. Setelah itu, nyalakan potongan kayu dengan korek api.
    • Jika api sulit dinyalakan, Anda bisa menyemprotkan sedikit cairan korek gas ke dasar api.
  5. Jika Anda memasukkan setumpuk kertas sekaligus, api dapat padam. Hindari hal ini dengan memasukkan kertas ke dalam api secara bertahap. Setelah beberapa lembar pertama berhasil terbakar, tambahkan lembaran kertas secara bertahap. Tunggulah sampai kertas tersulut api dan terbakar secara stabil sebelum menambahkan kertas baru. [8]
    • Jika api hampir padam, cobalah untuk meletakkan 3 sampai 4 lembar kayu bakar ke dalam api untuk menjaganya tetap menyala.
  6. Setelah kertas tersulut api, jangan meninggalkan area pembakaran. Hembusan angin dapat menerbangkan serpihan api ke rumput, hewan bisa masuk ke api, atau anak-anak bisa saja mencoba mengambil kertas yang terbakar. Tetaplah berada dalam jarak 1,5 meter dari api yang sedang menyala untuk mencegah kecelakaan. [9]
    • Jika Anda perlu pergi dari area pembakaran (misalnya ke kamar mandi), mintalah orang dewasa lain untuk mengawasi api.
  7. Jika Anda tidak membakar kertas di sebuah wadah, akan ada sisa abu yang menumpuk setelah api padam. Gunakanlah tongkat untuk menusuk-nusuk perapian demi memastikan tidak ada bara yang masih menyala. Setelah itu, jangan tinggalkan abu begitu saja di perapian atau drum pembakaran. Namun, gunakanlah sapu dan pengki untuk membersihkannya. Tuangkan abu ke dalam tempat sampah atau alat pembuat kompos . [10]
    • Jika bukan keadaan darurat, jangan menyiram api dengan seember air. Hal ini akan mengubah abu menjadi lumpur yang tidak bisa dibuang.
    Iklan
Metode 3
Metode 3 dari 3:

Membakar Kertas di dalam Ruangan

Unduh PDF
  1. Jika Anda tinggal di area perkotaan dan tidak memiliki akses terhadap perapian atau fasilitas pembakaran lain di luar ruangan, Anda mungkin perlu membakar kertas di dalam rumah. Cara terbaik melakukannya adalah di bak mandi. Pasang sumbat agar air tidak mengalir, lalu isi air sampai memenuhi separuh bagian bak. [11]
    • Sebelum membakar kertas, pastikan material yang mudah terbakar berada minimal 1 sampai 1,5 meter dari bak. Hal ini termasuk handuk, baju mandi, dan botol sampo atau kondisioner.
  2. Anda bisa menggunakan korek api gas atau korek api kayu untuk menyalakannya. Bakar 4 sampai 5 lembar kertas sekaligus dengan menyulut sudutnya dengan korek api. Saat kertas terbakar, posisikan kertas di atas air. Dengan demikian, api yang tidak terkendali akan jatuh ke air dan padam. [12]
    • Membakar kertas di kamar mandi bekerja efektif apabila Anda hanya ingin membakar beberapa lembar kertas. Jika tidak, asap dapat memicu alarm kebakaran di rumah.
    • Berhati-hatilah agar tidak membakar jemari saat memegang kertas yang terbakar di atas bak mandi.
  3. Kemungkinan besar tidak semua bagian kertas akan berubah menjadi abu. Anda mungkin akan menyisakan serpihan kertas kecil yang mengapung di atas air. Ambil kertas ini dengan tangan dan masukkan ke tempat sampah alih-alih membiarkannya mengalir ke saluran pembuangan di bak mandi. [13]
    • Pastikan tidak ada potongan kertas yang masih panas saat membuangnya.
    Iklan

Hal yang Anda Butuhkan

  • Pemadam api
  • Sekop
  • Korek api
  • Kayu bakar
  • Potongan kayu
  • Cairan bahan bakar korek gas
  • Perapian (opsional)
  • Lubang pembakar (opsional)
  • Panggangan barbeku (opsional)
  • Korek butana (opsional)
  • Bak mandi (opsional)

Tips

  • Drum besi bisa dipakai sebagai pengganti kurungan api. Drum besi tidak memiliki ventilasi sebaik kurungan api, tetapi alat ini bisa menampung kertas dalam jumlah besar. [14]
  • Membakar dokumen yang dicetak di kertas nonplastik adalah cara umum untuk menyingkirkan dokumen jika Anda tidak memiliki alat perobek kertas. [15]
  • Secara umum, membakar produk sisa rumah tangga selain kertas adalah perbuatan ilegal. Selain bisa menyebabkan kebakaran, praktik ini juga bisa mencemari udara dan mengganggu tetangga. [16]
  • Membakar objek berbahan kertas, seperti katalog, majalah, atau kertas berplastik lainnya, dapat merusak lingkungan. Material sintetis yang ada di kertas – seperti pengawet dan plastik – dapat melepaskan zat kimia beracun saat dibakar. Zat kimia tersebut akan mencemari atmosfer dan bisa merusak paru-paru manusia jika terhirup. [17]
Iklan

Tentang wikiHow ini

Halaman ini telah diakses sebanyak 5.271 kali.

Apakah artikel ini membantu Anda?

Iklan