Unduh PDF
Unduh PDF
Siapa sih, yang tidak menyukai kukis bertekstur padat, kenyal, dan lembut? Akhir-akhir ini, popularitas chewy cookies atau kukis bertekstur kenyal jauh melebihi popularitas kukis konvensional yang bertekstur garing. Jika Anda juga menggemarinya, mengapa tidak mencoba membuatnya sendiri? Secara khusus, faktor utama yang membedakan adonan kukis bertekstur garing dan kenyal adalah kadar kelembapannya. Untuk memaksimalkan hasilnya, Anda bisa mencoba mengganti bahan dalam resep, menerapkan teknik memanggang yang tepat, dan menyimpan kukis dengan benar. Yuk, baca artikel ini untuk menemukan informasi selengkapnya!
Langkah
-
Tambahkan molases atau madu ke dalam adonan kukis. Menambahkan 1 sdm. molases ke dalam adonan kukis dapat meningkatkan kelembapan adonan, serta membuat tekstur kukis lebih lembut dan kenyal ketika matang. Jika kurang menyukai rasa molases yang terlalu pekat, cobalah menggunakan madu dengan takaran yang sama. [1] X Teliti sumber
- Jangan menambahkan lebih dari 1 sdm. pemanis cair agar tekstur kukis tidak terlalu encer, pun agar cita rasanya tidak berakhir terlalu manis. Penambahan 1 sdm. pemanis cair sudah cukup untuk membuat tekstur kukis lembut tanpa berisiko merusak adonan, kok .
-
Gantikan gula putih dengan gula cokelat. Pada dasarnya, gula cokelat memiliki kadar kelembapan yang lebih tinggi daripada gula putih. Alhasil, penggunaan gula cokelat akan membuat tekstur kukis lebih kenyal setelah matang. Jika tertarik menggunakan metode ini, cobalah menggantikan 1 bagian gula putih dengan 1 bagian gula cokelat agar tekstur kukis lebih lembut, pun agar cita rasa karamelnya lebih kuat. [2] X Teliti sumber
-
Gunakan resep yang menggunakan mentega putih atau shortening , alih-alih mentega biasa. Secara khusus, mentega biasa mengandung lemak, padatan susu, dan air, sementara mentega putih mengandung 100% lemak. Jika kukis dibuat dengan mentega biasa, kandungan air dalam mentega akan menguap selagi proses pemanggangan berlangsung dan membuat tekstur kukis sedikit mengering. Sementara itu, kukis yang dibuat dengan mentega putih akan bertekstur lebih kenyal dan lembut. Jika ingin menggantikan mentega biasa dengan mentega putih, gunakan perbandingan 1:1, ya! [3] X Teliti sumber
-
Gantikan peran kuning telur dengan putih telur. Artinya, untuk setiap butir telur yang tertera pada resep, cobalah menggantikannya dengan dua butir kuning telur. Ingat, kuning telur memiliki kandungan lemak yang jauh lebih tinggi daripada putih telur, dan penambahan jumlah lemak itulah yang akan menjaga tekstur kukis agar tetap lembut dan lembap ketika dipanggang. [4] X Teliti sumber
-
Cari resep yang mengandung baking powder , alih-alih soda kue. Baking powder memiliki kadar asam yang lebih tinggi daripada soda kue. Alhasil, adonan kukis tidak akan terlalu melebar dan memipih ketika dipanggang sehingga mampu mempertahankan sebagian besar kelembapannya. [5] X Teliti sumberIklan
-
Kurangi suhu oven. Sebagian besar resep kukis menyarankan Anda untuk memanggang adonan dengan suhu 176 derajat Celsius atau lebih tinggi. Sayangnya, suhu yang terlampau tinggi akan membuat kukis kehilangan sebagian besar kelembapan, dan tekstur kenyalnya, selagi dipanggang. Itulah mengapa, cobalah mencari resep yang merekomendasikan suhu pemanggangan pada kisaran angka 162 derajat Celsius agar tekstur kukis yang dihasilkan pun lebih lembut. [6] X Teliti sumber
-
Panggang kukis dalam waktu yang lebih singkat. Jika memiliki resep kukis favorit yang sayangnya, ditujukan untuk menghasilkan seloyang kukis bertekstur garing, cobalah menggunakan resep yang sama, tetapi mengurangi durasi pemanggangannya. Secara khusus, keluarkan kukis dari oven ketika tepiannya sudah berwarna cokelat keemasan, tetapi bagian tengahnya belum berwarna kecokelatan meski teksturnya sudah cukup padat. Perpaduan itulah yang akan membuat tekstur kukis terasa lebih kenyal dan lembut ketika disantap. [7] X Teliti sumber
-
Istirahatkan adonan di dalam kulkas sebelum dipanggang. Mendiamkan adonan kukis di dalam kulkas selama setidaknya satu jam ampuh menguapkan sebagian kandungan airnya, dan meningkatkan kadar gulanya. Peningkatan kadar gula inilah yang akan menjaga tekstur kukis agar tetap kenyal dan lembut ketika dipanggang. [8] X Teliti sumber
- Semakin lama adonan diistirahatkan, semakin kenyal pula tekstur kukis yang akan dihasilkan. Faktanya, pembuat kue profesional kerap mengistirahatkan adonan selama beberapa hari untuk mendapatkan tekstur kukis yang benar-benar kenyal. Namun, jangan mendiamkan kukis selama lebih dari satu minggu di dalam kulkas, ya!
Iklan
-
Diamkan kukis hingga suhunya benar-benar dingin, tetapi tetaplah mengawasinya. Sebelum disimpan dalam wadah khusus, diamkan kukis di atas loyang hingga suhunya benar-benar dingin. Setelah kukis mencapai suhu ruang, segeralah memasukkannya ke dalam wadah, terutama karena tekstur kukis akan mengering jika terlalu lama dibiarkan terpapar udara segar. [9] X Teliti sumber
-
Simpan kukis dalam wadah kedap udara. Agar teksturnya tetap kenyal dan lembut, jangan lupa menyimpan kukis dalam wadah kedap udara, seperti toples kukis yang dilengkapi dengan penutup atau Tupperware . Jika tidak memiliki keduanya, silakan menyimpan kukis dalam kantong plastik klip.
- Pastikan suhu kukis tidak lagi panas ketika disimpan. Hati-hati, kukis bisa hancur jika disimpan saat suhunya masih panas. [10] X Teliti sumber
-
Masukkan seiris roti segar ke dalam wadah kedap udara. Agar tekstur kukis tetap kenyal dan lembut dalam waktu yang lebih lama, cobalah memasukkan seiris roti tawar segar ke dalam wadah kukis. Roti tawar segar dapat menambah tingkat kelembapan dalam wadah, yang nantinya akan diserap oleh kukis dan membuat teksturnya tetap lembut. Untuk mengecek efektivitas metode ini, cobalah mengamati kondisi roti dan kukis keesokan harinya. Seharusnya, tekstur roti akan mengering sebagaimana roti panggang, sementara tekstur kukis tetap akan lembut dan kenyal. [11] X Teliti sumberIklan
Referensi
- ↑ http://www.sunset.com/food-wine/techniques/perfect-chocolate-chip-cookie
- ↑ http://www.saveur.com/article/Techniques/Cakey-vs-Chewy
- ↑ http://www.thekitchn.com/shortening-vs-butter-in-cookies-whats-the-difference-213812
- ↑ http://www.seriouseats.com/2015/12/cookie-science-how-do-eggs-affect-my-cookies.html/
- ↑ http://bakerbettie.com/baking-101/baking-powder-and-baking-soda/
- ↑ http://sweets.seriouseats.com/2013/12/the-food-lab-the-best-chocolate-chip-cookies.html
- ↑ http://www.finecooking.com/item/27253/the-science-behind-the-perfect-cookies
- ↑ http://blog.kingarthurflour.com/2015/05/17/chilling-cookie-dough/
- ↑ http://startcooking.com/chewy-or-crunchy-how-to-get-the-cookies-you-want
Tentang wikiHow ini
Halaman ini telah diakses sebanyak 1.746 kali.
Iklan