Unduh PDF
Unduh PDF
Tomat yang segar dan renyah merupakan jenis tomat yang digemari oleh para pekebun yang menggunakan pot. Tomat memerlukan pot yang besar untuk tumbuh, dan biasanya memerlukan penopang berupa tomato cage (penyangga pohon tomat berbentuk kerangkeng) atau jenis penyangga lain agar tanaman bisa tumbuh maksimal. Beberapa tindakan pencegahan tambahan, misalnya memasang jaring penangkal serangga dan kain naungan, bisa membantu tanaman tomat untuk bertahan dalam kondisi yang ekstrem. Ikuti langkah-langkah di artikel ini untuk mendapatkan hasil yang melimpah.
Langkah
-
Siapkan tanaman tomat yang sehat. Hampir semua varietas tomat bisa ditanam di dalam pot, tetapi jenis tomat yang besar membutuhkan wadah yang lebih besar. Tanaman tomat juga lebih mudah tumbuh jika ditanam dari bibit, bukan dari biji.
-
Gunakan pot berukuran besar yang memiliki lubang drainase. Kebanyakan tanaman tomat memerlukan pot yang berukuran 60 liter, dengan tinggi sekitar 50 sentimeter agar mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang. Beberapa varietas tomat yang berukuran kecil mungkin bisa ditanam di dalam pot yang berukuran 30 sentimeter, namun perkembangan akarnya akan terbatas dan hasil panennya tidak terlalu banyak.
-
Perhatikan bahan pot. Pot yang dibuat dari tanah mungkin terlihat indah, tetapi pot yang besar memiliki bobot yang sangat berat dan sulit dipindahkan tanpa upaya yang keras. Oleh karena itu, pilihan terbaiknya mungkin adalah pot plastik yang dilengkapi dengan alas berlubang drainase.
-
Bersihkan pot Anda. Ini merupakan langkah yang sangat penting apabila pot tersebut pernah digunakan untuk tanaman lain karena ada kemungkinan terdapat bakteri atau telur serangga kecil yang tertinggal di dalamnya. Setidaknya Anda harus mencuci pot tersebut menggunakan sabun dan air panas. Anda juga boleh menggunakan sedikit pemutih untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
-
Siapkan media tanam untuk pot tersebut. Jangan menggunakan tanah kebun karena bisa mengandung hama dan bakteri berbahaya yang dapat merusak tomat dan membuat tanaman rentan terhadap serangan penyakit. Tanah pot serbaguna merupakan media tanam yang bagus, tetapi Anda juga bisa mencampurnya dengan perlit, peat moss sphagnum , dan kompos untuk meningkatkan drainase dan memberi nutrisi tambahan. Pastikan kompos yang digunakan telah dipanaskan dalam suhu yang tinggi untuk membunuh organisme berbahaya yang ada di dalamnya.
-
Campurkan pupuk ke dalam media tanam. Anda boleh menggunakan pupuk buatan pabrik yang aman untuk sayuran, atau Anda dapat mencampur beberapa komponen pupuk organik, seperti tepung kedelai, tepung darah (dari darah hewan), tepung tulang, tepung kelp, dan greensand (sejenis pasir).
- Anda bisa membeli komponen pupuk organik di internet. Beberapa jenis yang sudah umum, seperti tepung tulang dan tepung darah biasanya bisa didapatkan di toko berkebun dan toko bangunan, serta di penjual bibit tanaman. Toko pakan ternak yang menjual makanan ternak biasanya juga menyediakan beberapa komponen organik, seperti tepung kelp.
Iklan
-
Tempatkan kasa fiberglass di dasar pot. Potong kasanya hingga sesuai dengan ukuran dan bentuk bagian dasar pot. Kasa ini berfungsi untuk mencegah agar tanah tidak rontok bersamaan dengan mengalirnya air sehingga tidak mengotori area di bawah pot.
-
Taburkan kerikil atau batu sungai ke dalam alas pot . Bebatuan tersebut menciptakan celah udara antara bagian bawah pot dengan permukaan tempat menempelnya pot sehingga air bisa mengalir dengan lebih mudah.
-
Masukkan media tanam ke dalam pot hingga 1/3 penuh. Untuk pot yang berukuran 60 liter, berarti Anda harus memasukkan media tanam ke dalam pot setinggi 15 hingga 20 sentimeter.
-
Masukkan tanaman tomat ke dalam pot. Dorong batang tanaman ke dalam tanah, sekadar cukup agar tanaman bisa berdiri.
-
Tambahkan media tanam di sekeliling tanaman. Padatkan tanah di sekitar batang tanaman ketika Anda memasukkan media tanam, agar tanah tersebut mengisi bagian dalam pot dengan rapat dan tidak bergeser. Ketika Anda selesai melakukannya, sekitar setengah dari batang tanaman harus tertimbun tanah.
-
Siram tanaman tomat secara merata. Basahi dengan air satu kali, kemudian tunggu 10 menit sebelum menyiraminya kembali. Tanahnya harus benar-benar basah, dan akarnya juga harus terendam air.
- Setelah Anda menyiraminya secara menyeluruh, tanaman tomat mungkin tidak perlu disiram lagi selama seminggu. Menyirami tanaman tomat secara terus-menerus justru bisa merusaknya.
-
Letakkan pot di lokasi yang mendapatkan sinar matahari. Tomat memerlukan sinar matahari minimal 6 jam per hari agar bisa tumbuh dan pada akhinya menghasilkan buah.
-
Isilah bagian pot yang tersisa dengan media tanam ketika tanaman tomat semakin besar. Pangkas daun yang ada di batang tanaman sebelum Anda memberi tambahan media tanam. Padatkan tanah yang ada di sekeliling batang seperti yang dijelaskan di bagian sebelumnya. Penambahan media tanah ke dalam pot ketika tanaman tomat tumbuh akan membantu membangun massa akarnya.
- Terus isi pot tersebut dengan media tanam sampai mendekati bagian atas pot, dengan menyisakan sekitar 2 hingga 2,5 cm ruang kosong antara permukaan tanah dengan pinggiran atas pot.
Iklan
-
Pasangkan tomato cage ketika pot telah diisi dengan tanah. Tancapkan bagian bawah cage dengan hati-hati ke dalam tanah, dengan posisi mengelilingi tanaman tomat. Berhentilah mendorong ketika cage telah menancap dengan kuat. Ketika cage terasa sulit didorong ke bawah, berhentilah sejenak, kemudian atur posisi cage sebelum melanjutkan. Mendorong cage dengan sembrono dapat merusak akar tanaman.
-
Tempatkan jaring dari nilon di sekeliling tomato cage . Ini berfungsi sebagai penahan serangga seperti ulat tomat dan walang sangit. Tempatkan jaring di sekeliling cage , dan tempelkan jaring tersebut pada cage menggunakan penjepit yang kuat.
-
Siram tanaman tomat sesuai kebutuhan agar tanahnya tetap lembap. Akan tetapi, jangan sampai tanahnya terlalu basah karena air yang berlebihan dapat merendam akar dan membuatnya busuk. Ketika cuaca sedang panas dan kering, mungkin Anda harus menyiraminya sekali dalam sehari.
-
Tempatkan tanaman tomat di lokasi yang banyak mendapat sinar matahari. Tanaman ini memerlukan sinar matahari minimal selama 6 jam dalam sehari, terutama di akhir musim semi dan di awal musim panas ketika suhu masih hangat (di kawasan empat musim).
-
Berikan naungan apabila cuaca sangat panas. Sinar matahari dan cuaca yang sangat panas bisa membuat pot Anda menjadi panas sehingga tanahnya akan mengering. Pasanglah naungan dari kain di bagian bawah cage menggunakan penjepit. Naungan dari kain ini harus dipasang mulai dari bagian atas pot dengan tinggi 30 cm.
-
Tutupi tanah pot dengan mulsa. Pemberian mulsa merupakan teknik lain untuk menjaga agar media tanam tidak cepat kering. Sebarkan sedikit mulsa di atas media tanam dan di sekitar batang tanaman.
-
Pupuk tanaman tomat satu kali dalam seminggu, yang dimulai di minggu keenam. Berikan pupuk yang larut dalam air setelah Anda menyiraminya di pagi hari. Ikuti petunjuk penggunaannya di kemasan pupuk.
-
Awasi hama kebun. Walaupun Anda telah menggunakan jaring, masih ada kemungkinan beberapa hama, seperti lalat dan kutu daun yang bisa melewatinya. Apabila tanaman Anda terserang hama, gunakan minyak neem atau pestisida yang aman bagi manusia untuk mengatasinya.
-
Panen tomat Anda satu per satu ketika warnanya telah merah. Warna buahnya harus sudah merah, dengan hanya menyisakan sedikit warna hijau. Tomat yang sudah matang dapat dipetik dengan tangan atau dipotong dari cabangnya.Iklan
Tips
- Kebanyakan varietas tomat dapat hidup jika ditanam dalam pot. Bagi pekebun pemula, tomat ceri merupakan varietas tomat yang mudah mudah dirawat. Akan tetapi, Anda tidak harus menanam jenis tomat ini. Pilih dan tanamlah varietas tomat favorit Anda. Sebagai alternatif, Anda juga dapat menanam beberapa varietas yang berbeda di dalam pot yang terpisah agar Anda dapat memanen berbagai jenis tomat.
- Waktu terbaik untuk menanam tomat adalah ketika cuaca sedang hangat.
Iklan
Peringatan
- Selalu cuci buah tomat setelah Anda memanennya. Tindakan ini akan menghilangkan sisa bahan kimia, kotoran, dan bakteri yang mungkin menempel di permukaan tomat.
- Berhati-hatilah dengan bahan kimia yang Anda semprotkan pada tanaman tomat. Banyak pupuk dan pestisida kimia yang tidak aman dikonsumsi, dan tidak boleh digunakan pada tanaman buah dan sayuran. Sebelum memilih sebuah produk, bacalah kemasannya dengan saksama untuk mencari tahu apakah produk tersebut aman digunakan atau tidak.
Iklan
Hal yang Anda Butuhkan
- Tanaman tomat
- Pot dengan tinggi sekitar 50 sentimeter
- Media tanam
- Pupuk
- Kasa fiberglass
- Kerikil
- Gembor (ember penyiram tanaman)
- Tomato cage (kerangkeng untuk menopang pohon tomat)
- Jaring dari nilon
- Kain untuk naungan
- Mulsa
- Pestisida
- Gunting
- Air
Tentang wikiHow ini
Halaman ini telah diakses sebanyak 6.741 kali.
Iklan