Seberapa Jorok Kamu?

Ikuti kuis ini untuk mencari tahu level kejorokan kamu!

Sebagian orang lebih jorok daripada yang lain. Ada juga orang yang tidak begitu jorok. Lalu, berapa level kejorokanmu? Kami akan menguji tingkat kebersihan (sekaligus kejorokan) kamu di kuis ini!

Jawab dengan jujur pertanyaan tentang kebersihan berikut ini untuk mengetahui seberapa jorok kamu sebenarnya.

(Ingat: kuis ini hanyalah permainan! Kami tidak akan bisa memastikannya tanpa bertemu langsung denganmu.)

Seorang pria menyeringai di depan latar belakang pink.

Kuis menjadi lebih menyenangkan bersama teman-teman

Bagikan kuis ini ke teman-temanmu dan bandingkan hasilnya

Ringkasan Pertanyaan

1. Apakah kamu percaya aturan 5 detik? (Makanan yang jatuh ke lantai masih boleh dimakan asalkan diambil lagi sebelum 5 detik).
  1. Aku lebih suka aturan 20 detik. Bahkan mungkin 30 atau 60 detik.
  2. Ya, aturan 5 detik ini berlaku pada semua makanan.
  3. Ya, aku percaya aturan 5 detik, tapi hanya berlaku jika makanannya tidak lengket atau basah, dan lantainya juga bersih.
  4. Nggak, aku nggak mau makan apa pun yang sudah jatuh ke lantai, berapa pun lamanya.
2. Apakah tidak masalah bagimu buang air kecil di dalam air kolam renang?
  1. Tentu saja, tapi jangan bilang siapa-siapa, ya.
  2. Cuma kalau aku sudah nggak kuat menahannya.
  3. Kalau di laut sih mungkin boleh saja, tapi nggak kalau di kolam renang.
  4. Nggak pernah. Jijik banget!
3. Seberapa sering kamu ganti pakaian dalam?
  1. Beberapa minggu sekali.
  2. Seminggu sekali.
  3. Beberapa kali dalam seminggu.
  4. Aku selalu pakai pakaian dalam bersih.
4. Kapan kamu terakhir kali membersihkan sela-sela jari kaki?
  1. Aku nggak ingat, sudah lama banget.
  2. Mungkin bulan lalu?
  3. Sepertinya minggu lalu.
  4. Hari ini. Aku selalu mencuci sela-sela jari kakiku.
5. Jawab dengan cepat: bagaimana kondisi kamar mandimu saat ini?
  1. Berantakan. Sudah berminggu-minggu nggak aku bersihin.
  2. Nggak begitu rapi, tapi lumayanlah.
  3. Perlu dirapikan sedikit, tapi layak dipakai tamu.
  4. Jelas bersih dong! Aku selalu bersihkan minimal seminggu sekali.
6. Apakah tutup toilet duduk kamu biarkan tetap terbuka saat kamu menyiram?
  1. Selalu.
  2. Terkadang.
  3. Jarang.
  4. Nggak pernah.
7. Jika ada rambut dalam makananmu, apakah kamu akan tetap memakannya?
  1. Tentu! Jujur saja, aku bahkan tidak menyingkirkan rambut itu. Biar nggak ribet.
  2. Tentu saja. Ini memang mengurangi selera, tapi aku bisa membuang rambut itu terlebih dulu atau memakan bagian di sekitarnya.
  3. Tergantung rasa laparku. Aku nggak suka makan makanan yang terkontaminasi.
  4. Jelas nggak! Aku mungkin juga akan komplain.
8. Apakah kamu pernah kentut atau beserdawa di depan banyak orang?
  1. Selalu. Aku terbiasa kentut dan beserdawa dengan keras. Aku nggak pernah menahannya.
  2. Aku bisa saja kentut atau beserdawa di tempat umum, tapi aku biasanya berusaha untuk nggak mengeluarkan suara.
  3. Aku berusaha keras nggak kentut atau beserdawa di tempat umum, dan jika terpaksa melakukannya, aku akan minta maaf terlebih dulu.
  4. Aku selalu berusaha untuk menahan kentut atau beserdawa, kecuali di kamar mandi.
9. Apa pendapatmu mengenai kecoak?
  1. Menarik. Bahkan imut mungkin?
  2. Hama, tapi ya gimana lagi?
  3. Aku nggak suka kecoak, tapi hewan ini bukan masalah besar.
  4. Jijik banget! Aku nggak akan mau masuk ke tempat yang ada kecoaknya.
10. Pernahkah kamu menempelkan sisa permen karet di sembarang tempat, misalnya di bawah meja?
  1. Ya, dan aku masih melakukannya.
  2. Ya, tapi cuma kadang-kadang.
  3. Satu atau dua kali, tapi bukan kebiasaan.
  4. Aku nggak pernah melakukannya.
11. Jawab dengan cepat: apa fungsi alat pencuci piring?
  1. Mesin untuk mencuci piring mungkin? Nggak tahu deh, piringku aja nggak aku cuci.
  2. Mesin untuk membersihkan sisa makanan yang ada di piring. Itu bukan sih?
  3. Mesin ini bisa membersihkan sisa makanan yang menempel di piring, tapi kadang melewatkan beberapa kotoran kecil.
  4. Mesin ini sekadar membersihkan piring. Kamu tetap harus membuang sisa makanan di tempat sampah terlebih dulu. Semua orang juga tahu!
12. Setelah buang air, apakah kamu mencuci tangan?
  1. Nggak pernah.
  2. Kadang, itu pun jika tanganku kena cipratan.
  3. Biasanya begitu.
  4. Selalu.

Quiz Lain

Apa kamu suka quiz ini?


Tentu saja, jangan sampai kejorokanmu menimbulkan masalah bagi orang lain! Kamu boleh membiarkan ruang pribadimu berantakan sesuka hati, dan melakukan apa saja yang kamu inginkan di rumahmu sendiri. Namun, usahakan untuk membersihkan diri saat pergi keluar rumah, dan jagalah kesopanan di tempat umum. Asalkan kamu bisa bersikap sopan dan penuh hormat, tidak masalah jika kamu hidup dengan jorok!","edit_links":[{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Tetap-Segar"},{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik"}],"link_data":[{"title":"Cara Tetap Segar","id":2143691,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Tetap-Segar","relUrl":"\/Tetap-Segar","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/fe\/Stay-Fresh-Step-14.jpg\/-crop-200-200-200px-Stay-Fresh-Step-14.jpg","alt":"Cara Tetap Segar"},{"title":"Cara Menjaga Kebersihan Tubuh dengan Baik","id":2148866,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik","relUrl":"\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8c\/Maintain-Good-Hygiene-Step-18.jpg\/-crop-200-200-200px-Maintain-Good-Hygiene-Step-18.jpg","alt":"Cara Menjaga Kebersihan Tubuh dengan Baik"}],"minimum":0,"image":"","image_url":""},{"number":2,"text":"Kamu agak jorok!","meaning":"Untuk kamu, beberapa hal seperti makanan berjamur, sampah penuh belatung, dan pakaian yang tidak dicuci berbulan-bulan bukanlah masalah. Semua itu memang tidak menyenangkan, tapi kamu bisa hidup dengan kondisi seperti itu. Kamu sendiri bahkan punya level kejorokan tertentu. Mungkin kamu mengenakan pakaian beberapa kali tanpa mencucinya, tempat tinggalmu juga sudah lama tidak dibersihkan. Kamu sebenarnya tidak benar-benar jorok. Namun, kamu menganggap hidup ini singkat, dan waktu yang dihabiskan untuk bersih-bersih lebih baik kamu gunakan untuk bersenang-senang, walaupun di tempat yang sedikit berantakan.

Tentu saja (dan sebenarnya tidak perlu diingatkan) sangat penting untuk berusaha agar kekacauanmu tidak menimbulkan masalah terhadap orang lain! Ruang pribadimu boleh kamu biarkan berantakan, dan kamu juga boleh bertindak sesuka hati di rumahmu sendiri. Namun, usahakan untuk membersihkan diri sebelum kamu pergi keluar rumah. Jagalah juga kesopanan ketika berada di tempat umum. Asalkan kamu bisa bersikap hormat, semuanya tidak akan jadi masalah!","edit_links":[{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Tetap-Segar"},{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik"}],"link_data":[{"title":"Cara Tetap Segar","id":2143691,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Tetap-Segar","relUrl":"\/Tetap-Segar","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/fe\/Stay-Fresh-Step-14.jpg\/-crop-200-200-200px-Stay-Fresh-Step-14.jpg","alt":"Cara Tetap Segar"},{"title":"Cara Menjaga Kebersihan Tubuh dengan Baik","id":2148866,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik","relUrl":"\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8c\/Maintain-Good-Hygiene-Step-18.jpg\/-crop-200-200-200px-Maintain-Good-Hygiene-Step-18.jpg","alt":"Cara Menjaga Kebersihan Tubuh dengan Baik"}],"minimum":0,"image":"","image_url":""},{"number":3,"text":"Kamu tidak terlalu jorok!","meaning":"Kamu adalah orang yang akan memejamkan mata ketika ada adegan muntah dalam film, atau mempercepat langkah kaki ketika melihat tumpukan sampah di trotoar. Kamu menggosok gigi minimal satu kali sehari, dan sering mandi. Rumahmu (hampir) selalu bersih, walaupun kamu terkadang menunda bersih-bersih rumah. Di sebagian besar waktu kamu bisa menjaga kesopanan. Kamu mungkin kentut atau beserdawa ketika sendirian, tapi kamu bisa melakukannya tanpa bersuara ketika berada di tempat umum. Luar biasa!","edit_links":[{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengonfrontasi-Rekan-Kerja-yang-Bau-Badan"},{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik"}],"link_data":[{"title":"Cara Mengonfrontasi Rekan Kerja yang Bau Badan","id":2163028,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengonfrontasi-Rekan-Kerja-yang-Bau-Badan","relUrl":"\/Mengonfrontasi-Rekan-Kerja-yang-Bau-Badan","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/ff\/Tell-Someone-at-Work-that-They-Smell-Bad-Step-12-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Tell-Someone-at-Work-that-They-Smell-Bad-Step-12-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengonfrontasi Rekan Kerja yang Bau Badan"},{"title":"Cara Menjaga Kebersihan Tubuh dengan Baik","id":2148866,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik","relUrl":"\/Menjaga-Kebersihan-Tubuh-dengan-Baik","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8c\/Maintain-Good-Hygiene-Step-18.jpg\/-crop-200-200-200px-Maintain-Good-Hygiene-Step-18.jpg","alt":"Cara Menjaga Kebersihan Tubuh dengan Baik"}],"minimum":0,"image":"","image_url":""},{"number":4,"text":"Kamu tidak jorok sama sekali!","meaning":"Jawabanmu menunjukkan bahwa kamu sangat memedulikan kebersihan. Kamu menganggap kebersihan adalah hal yang sangat penting. Kamu selalu pakai pakaian dalam bersih, dan celana jin kamu selalu dicuci setiap kali selesai digunakan. Kamu menggosok gigi 2 kali sehari, sering mandi, dan membersihkan juga sela-sela jari kaki dan bagian belakang telinga. Kamu tidak menoleransi perilaku tidak sopan (misalnya beserdawa), walaupun di rumahmu sendiri. Bukan berarti kamu sombong, kamu hanya merasa sangat nyaman jika lingkungan di sekitarmu bersih dan rapi. Kami sangat menghargai itu.","edit_links":[{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengonfrontasi-Rekan-Kerja-yang-Bau-Badan"},{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Membersihkan-Tubuh-Secara-Saksama"}],"link_data":[{"title":"Cara Mengonfrontasi Rekan Kerja yang Bau Badan","id":2163028,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengonfrontasi-Rekan-Kerja-yang-Bau-Badan","relUrl":"\/Mengonfrontasi-Rekan-Kerja-yang-Bau-Badan","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/ff\/Tell-Someone-at-Work-that-They-Smell-Bad-Step-12-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Tell-Someone-at-Work-that-They-Smell-Bad-Step-12-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengonfrontasi Rekan Kerja yang Bau Badan"},{"title":"Cara Membersihkan Tubuh Secara Saksama","id":2153076,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Membersihkan-Tubuh-Secara-Saksama","relUrl":"\/Membersihkan-Tubuh-Secara-Saksama","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/e4\/Deep-Clean-Your-Body-Step-16-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Deep-Clean-Your-Body-Step-16-Version-2.jpg","alt":"Cara Membersihkan Tubuh Secara Saksama"}],"minimum":0,"image":"","image_url":""}]" class="quiz_results_data"/>\"Apakah<\/picture>","alt":"Apakah Kamu Pandai Merayu? - Quiz"},{"title":"Quiz Seberapa Normal Kamu","id":2177480,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Seberapa-Normal-Kamu-quiz","relUrl":"\/Seberapa-Normal-Kamu-quiz","image":"\"Seberapa<\/picture>","alt":"Quiz Seberapa Normal Kamu"},{"title":"Apa Vibe Kamu? - Quiz","id":2176635,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Vibe-Apa-yang-Aku-Pancarkan-quiz","relUrl":"\/Vibe-Apa-yang-Aku-Pancarkan-quiz","image":"\"Vibe<\/picture>","alt":"Apa Vibe Kamu? - Quiz"}],"number":1},{"text":"Menjijikkan!","result":"Kami mengerti. Ayo selami selera kamu lebih jauh dengan kuis seru berikut ini:","next_quizzes":[{"title":"Apa Kamu Pilih-Pilih Makanan? - Quiz","id":2177180,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Picky-Eater-quiz","relUrl":"\/Picky-Eater-quiz","image":"\"Picky<\/picture>","alt":"Apa Kamu Pilih-Pilih Makanan? - Quiz"},{"title":"Quiz Apakah Kamu Manis atau Asin","id":2177474,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Manis-atau-Asin-quiz","relUrl":"\/Manis-atau-Asin-quiz","image":"\"Manis<\/picture>","alt":"Quiz Apakah Kamu Manis atau Asin"},{"title":"Apakah Kamu Basic? - Quiz","id":2177446,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Basic-quiz","relUrl":"\/Basic-quiz","image":"\"Basic<\/picture>","alt":"Apakah Kamu Basic? - Quiz"}],"number":2}]}" class="quiz_questionnaire_data"/>

Bagaimana Cara Kerja Perasaan Jijik?

Semua orang pasti pernah merasakan jijik di suatu waktu dalam kehidupannya. Mungkin kita jijik dengan makanan lembek yang kita beli, atau jijik dengan kejadian di alam (misalnya burung bangkai yang mematuk bangkai hewan lain), atau bahkan secara moral merasa jijik dengan sesuatu yang jahat atau kejam. Perasaan jijik adalah hal yang alami, sama seperti reaksi emosional lain. Lalu, apa itu rasa jijik? Kenapa kita merasakannya? Dan apakah kita bisa mengurangi kepekaan terhadap rasa jijik?

Kenapa orang merasa jijik? Banyak pakar saraf yang meyakini bahwa rasa jijik merupakan emosi evolusi yang berkembang dalam diri manusia agar kita tetap aman. Bagaimana hal itu terjadi? Cobalah merenungkan saat kali terakhir kamu membersihkan kulkas dan menemukan beberapa potong makanan lama yang sudah basi. Mungkin kamu merasa jijik ketika menciumnya, melihatnya, atau bahkan saat menyentuhnya. Itu memang menjijikkan! Itulah intinya. Mengonsumsi makanan seperti itu bisa membuat kamu sakit atau terserang penyakit. Jadi, tubuh mengeluarkan reaksi jijik agar kamu tidak memakannya. Kamu telah diselamatkan oleh rasa jijik!

Kondisi ini juga berlaku pada jenis jijik lain. Kamu mungkin jijik dengan tumpahan darah, dan ini merupakan naluri bertahan hidup yang muncul ketika otak memberi tahu bahwa kamu harus menghindari bahaya atau kekerasan. Ketika kamu merasa jijik terhadap tindakan seseorang, otak akan memberi tahu bahwa kamu tidak setuju dengan tindakannya secara moral.

Apakah perasaan jijik adalah respons yang selalu tepat? Perasaan jijik adalah hal yang wajar, tetapi tidak selalu benar. Memang benar kamu mungkin tidak akan bisa menahan mual ketika melihat sesuatu yang menjijikkan. Namun, jika hal ini terkait dengan beberapa hal yang lebih rumit, misalnya gaya hidup atau pilihan seseorang, perasaan jijik tidak bisa selalu diandalkan. Rasa jijik terkadang hanya refleks yang tidak selalu benar. Rasa jijik seperti ini bisa berguna, tapi tidak selalu benar.

Itulah sebabnya kamu sebaiknya mempertanyakan rasa jijikmu! Kamu mungkin menganggap bahwa rasa jijik ketika menonton film horor penuh darah merupakan cara yang tepat untuk meresponsnya. Namun, mungkin kamu ingin berhenti dan bertanya kepada diri sendiri kenapa kamu jijik dengan hal-hal alami, misalnya hewan pemakan bangkai, bahan organik yang telah membusuk, atau pilihan pribadi orang lain.

Bisakah kepekaan terhadap rasa jijik dikurangi? Dengan mempertanyakan perasaanmu sendiri, berarti kamu sudah berupaya untuk mengurangi kepekaan terhadap jijik. Cobalah melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Sebagai contoh, belatung memang agak menjijikkan, tetapi cobalah berpikir: mereka juga makhluk hidup yang melakukan pekerjaannya di alam, yaitu mengurai benda mati agar tidak mengotori dunia dan membuat segala hal makin menjijikkan bagi semua orang. Belatung membantu kita! Apabila kamu memiliki sudut pandang seperti ini, belatung akan menjadi sesuatu yang tidak terlalu menjijikkan, bukan?

Ingin tahu lebih lanjut?

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai rasa jijik, serta emosi dan reaksi lain, baca referensi berguna berikut ini: