Kucing adalah hewan yang ahli merawat diri dan pada umumnya dapat menjaga kebersihan sehingga tidak perlu dimandikan secara rutin. [1] X Teliti sumber Miller Jr., WH, Griffin, CE, and Campbell, KL, (2012), <i>Mueller and Kirk's Small Animal Dermatology</i>, ISBN 978-1416000280 Akan tetapi, beberapa kondisi kesehatan tertentu, termasuk obesitas, penyakit kronis, masalah mata, dan artritis, bisa membuat kucing sulit menjaga kebersihan tubuhnya. Anda harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan hal ini saat ia tidak mampu/ingin melakukannya sendiri. Cara terbaik untuk menjalankan pendekatannya adalah dengan menjalankan rutinitas harian. Mempertahankan kebersihan tubuh kucing jauh lebih mudah daripada membersihkannya ketika ia sudah kotor dan bulu-bulunya kusut.
Langkah
-
Bawa kucing ke dokter hewan. Jika kucing tidak suka dirawat, ini berarti ia mungkin mengalami kondisi medis yang membuatnya merasa sakit ketika disikat. Jika kucing Anda seperti ini, mengatasi masalah penyebabnya akan membantu membuat kucing merasa lebih nyaman. Ia bahkan mungkin akan mulai merawat dirinya sendiri lagi. Beberapa jenis perawatan yang mungkin diberikan yaitu perawatan gigi bagi kucing yang mulutnya sakit, atau obat-obatan penghilang rasa sakit bagi kucing tua yang mengalami masalah artritis. [2] X Teliti sumber Nelson, R, and Couto, G, (2013), <i>Small Animal Internal Medicine</i>, ISBN 978-0323086820
- Jika bulu kucing sangat kusut, mintalah bantuan tenaga profesional untuk mengatasinya. Kucing biasanya trauma saat gumpalan kusut yang besar disingkirkan. Lebih baik Anda membiusnya agar ia pasrah dalam mengikuti prosedur.
-
Sikat kucing setiap hari. Saat ia tidak lagi merawat kebersihan tubuh seperti sebelumnya, salah satu cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menyikat bulu kucing secara rutin. Sikatlah kucing dari arah kepala ke ekor. Buang bulu-bulu yang sudah longgar, kotoran, dan debu-debu lainnya, serta rangsang peredaran darah dan sekresi minyak. Dengan begini, bulu kucing kembali berkilau dan memukau, terutama jika panjang. [3] X Teliti sumber
-
Tunggu hingga kucing rileks sebelum memulai sesi perawatan. Jangan sikat kucing saat suasana hatinya buruk. [4] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber Belai ia dan berbicaralah kepadanya dengan nada tenang. Ia akan merespons lebih baik.
- Jika kucing tidak terbiasa dirawat, ia mungkin sebal ketika disikat. Cobalah membantunya paham bahwa penyikatan merupakan pengalaman yang menyenangkan. Pastikan juga beberapa sesi pertama yang Anda jalankan tidak lama agar ia tidak kehilangan kesabaran.
- Cobalah menyikat kucing tepat sebelum Anda memberikan makanan, agar ia menghubungkan pengalaman disikat dengan hadiah makanan. Dengan demikian, tingkat toleransinya atas penyikatan juga akan bertambah. [5] X Teliti sumber
- Ingatlah bahwa menyikat dapat menjadi pengalaman saling mengenal bagi pemilik dan hewan peliharaannya. Namun, jika hewan Anda berada dalam keadaan sensitif atau tertekan, ia mungkin malah akan menghubungkan perasaan-perasaan negatif dengan diri Anda.
-
Siapkan langkah-langkah melindungi diri dan untuk menjaga ketenangan kucing. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu segera membersihkannya bahkan jika ia tidak ingin. Misalnya, saat kucing mengotori dirinya sendiri, Anda tetap harus membersihkannya bahkan ketika ia merasa terganggu. Untuk contoh-contoh seperti ini, ada beberapa opsi yang dapat membantu Anda tenang serta mengontrol kucing.
- Gunakan handuk . Anda harus segera membersihkan kucing. Jika ia sedang sensitif, cobalah membungkusnya dengan handuk. Sisakan hanya bagian yang kotor. Menutup matanya juga bisa membantu agar ia tetap tenang. Selain itu, gigi dan cakar di dalam handuk akan melindungi tangan Anda dari goresan serta luka gigit.
- Pegang kucing di lipatan lehernya . Sebagian kucing akan tenang jika Anda melakukan ini. Lipatan tersebut berada di bagian belakang leher kucing. Saat seekor induk mengangkat anak-anaknya dengan menggigit bagian ini, efeknya menenangkan, sehingga beberapa kucing dewasa tetap mengingat sensasinya. Akan tetapi, jangan genggam terlalu kuat. Cubitlah sedikit kulit di atas bahunya dan pertahankan posisi tangan Anda saat ia beristirahat di atas permukaan yang rata.
- Bekerjalah dalam ketinggian yang terasa nyaman bagi Anda . Membersihkan kucing akan lebih mudah jika Anda meletakkannya di atas meja yang tinggi atau tempat pengering. Dengan begini, Anda tidak perlu membungkuk dan membuat punggung terkilir. Bantu kucing merasa aman dengan meletakkan selimut atau handuk di atasnya, sehingga ia terhindar dari risiko terpeleset.
-
Tentukan seberapa sering Anda harus menyikatnya. Kucing berbulu panjang harus lebih sering disikat, lebih baik setiap hari. [6] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber Jika tidak, bulunya bisa kusut dan kotor. Kucing berbulu pendek boleh lebih jarang disikat, misalnya hanya beberapa kali per minggu dan sesuai keperluan.
-
Bersikaplah lembut saat menyikat bulu kucing. Luangkan waktu agar Anda tidak menariknya atau membuat kucing takut. Sadarilah bahwa kucing tua dengan masalah sendi serta artritis bisa menjadi pemarah saat Anda menyentuh bagian-bagian di dekat sendinya. Sisir atau sikat rambut terkadang menyentuh pinggul, bahu, siku, atau lutut, dan menyebabkan rasa sakit. Jadi, berhati-hatilah pada area-area ini.
-
Manfaatkan sesi penyikatan untuk memeriksa kulit kucing. Luangkan beberapa saat untuk melihat kondisi kulitnya. Carilah semua hal yang tidak normal, titik-titik gundul, atau masalah-masalah lainnya. Jika Anda menyadari sebuah problem, pastikan untuk segera menghubungi dokter hewan. [7] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber
- Pastikan juga Anda mencari kutu ketika menyikat bulunya. Pisahkan bulu-bulu ini dan carilah serangga kecil berwarna cokelat yang agak berkilau dan berukuran sebesar biji wijen. Cari juga kotoran kutu. Kotoran ini sangat kecil. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, cobalah meletakkan kotoran pada kapas lembap. Bila menimbulkan warna oranye, ini berarti benda tersebut merupakan kotoran kutu – karena mampu merehidrasi darah yang sudah mengering.
- Jalankan jari-jari Anda di seluruh tubuh kucing untuk mencari tonjolan serta gumpalan pada kulitnya. Jika Anda merasakan hal ini atau adanya sesuatu yang bertumbuh dan membuat kucing merasa tidak nyaman ketika disentuh, segera bawa ia ke dokter hewan.
-
Singkirkan debu dengan sisir logam. Sisir logam dapat digunakan untuk menyingkirkan debu dan benda-benda lain dari bulu kucing. Sisir ini juga bisa membantu mengurai kekusutan, sehingga akan sangat berguna bagi kucing berbulu panjang. [8] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber
- Mulailah dengan menyisir bulu di perut dan kaki kucing. Kemudian, sisir bulu di punggungnya ke atas dan mengarah ke kepala. Sisir juga ekornya. [9] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber
-
Uraikan semua kekusutan yang Anda temukan. Jika bulu kucing panjang, berhati-hatilah secara ekstra untuk menguraikannya sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Uraikan dengan lembut. Anda dapat menggunakan sisir, pengurai bulu, atau jari-jari tangan. [10] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber Terlepas dari apa pun yang Anda pilih, cobalah menggenggam bagian dasar bulu di dekat kulit agar Anda tidak menariknya ketika membongkar bulu yang kusut.
-
Singkirkan titik-titik kusut yang tidak bisa diurai. Jika ada titik seperti ini, gunakan gunting rambut alih-alih gunting biasa, untuk mencegah kulit kucing terluka. [11] X Teliti sumber Kulit kucing di balik bulunya sangat lembut. Jika tidak sengaja terluka, ia mungkin mengalami infeksi. Dalam kasus-kasus yang lebih parah, kucing bahkan mungkin harus dijahit.
- Jika Anda tidak merasa nyaman mengurai kekusutannya sendiri, hubungi tenaga perawat kucing berpengalaman atau dokter hewan.
- Jika Anda tidak punya gunting rambut, gunakan gunting biasa dengan berhati-hati. Cara teraman adalah dengan menyelipkan sisir di antara kulit serta bagian dasar simpul bulu yang kusut. Kemudian, potong di atas sisir pada sisi yang rusak. Sisir akan melindungi kulit dan memperkecil risiko luka. Jika Anda tidak mampu melakukannya, bawalah kucing menemui jasa perawat profesional atau teknisi dokter hewan. Jangan mencobanya sendiri.
-
Gunakan sikat untuk menyingkirkan bulu yang longgar. Setelah menyisir, gunakan sikat karet atau bergigi kecil untuk membuang bulu-bulu ini. [12] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber Dengan begini, semuanya akan tercabut dan kucing juga akan merasa lebih baik. Bahkan, kucing berbulu pendek juga harus disikat, jika tidak bulu dapat tersangkut pada lapisan kulitnya.Iklan
-
Buang kotoran di sekitar mata kucing. Jika kucing mengeluarkan kotoran di sudut-sudut mata atau mengalami masalah penglihatan yang menyebabkan produksi air mata/zat lainnya, bersihkan. Ini akan membuat kucing merasa nyaman, selain mencegah iritasi lebih lanjut. Bawa ia ke dokter hewan untuk diperiksa. Terkadang, kucing menderita flu dan virus lain sehingga harus diberikan obat-obatan.
- Bersihkan air mata dengan bola kapas atau kain lembut.
- Gunakan kapas lembap untuk menyingkirkan debu atau bahan-bahan kering dan menebal di sekitar mata sang kucing.
- Pastikan Anda menggunakan kain atau bola kapas yang berbeda untuk setiap mata. Ini akan membantu mencegah penyebaran infeksi di antara keduanya. [13] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber
- Hindari pembilas atau tetes mata kecuali disarankan oleh dokter hewan. [14] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber
-
Bersihkan lipatan-lipatan di wajah. Lipatan wajah terutama sangat jelas pada ras-ras bermuka rata, seperti Persia dan Himalaya. Kucing-kucing ini harus dibersihkan, apalagi pada kucing yang mengeluarkan kotoran dari matanya secara kronis. Air mata dan lain-lain yang keluar dapat menumpuk di lipatan dan menyebabkan penyakit kulit. [15] X Teliti sumber Miller Jr., WH, Griffin, CE, and Campbell, KL, (2012), <i>Mueller and Kirk's Small Animal Dermatology</i>, ISBN 978-1416000280
- Untuk membersihkan lipatan wajah, gunakan kapas atau kain halus lembap. Singkirkan air mata dan endapan kotoran lainnya di area ini. [16] X Teliti sumber Miller Jr., WH, Griffin, CE, and Campbell, KL, (2012), <i>Mueller and Kirk's Small Animal Dermatology</i>, ISBN 978-1416000280
- Pastikan kulit di antara lipatan pada kedua sisi wajah juga dibersihkan.
- Kelembapan kronis adalah masalah yang penting di sini, jadi pastikan Anda menggunakan kain yang lembap, bukan basah.
- Tepuk-tepuk area yang sudah dibersihkan hingga kering.
-
Periksa dan bersihkan telinga. Lihat telinga kucing. Warnanya harus merah muda pucat, tanpa adanya kotoran, penumpukan cairan, atau bau. Jika Anda tidak yakin mengenai apakah telinga tersebut bermasalah atau tidak, bandingkan dengan yang satunya. Tampilan kedua telinga ini harus sama. Jika salah satu sisi terlihat berbeda, ini berarti telinga kucing bermasalah. Untuk membersihkannya, ikuti langkah-langkah di bawah ini: [17] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber
- Mintalah saran dokter hewan untuk cairan pembersih telinga. Cairan ini biasanya dijual di toko perlengkapan hewan.
- Gunakan hanya sedikit cairan pada bola kapas.
- Lipat telinga kucing ke belakang dan gunakan bola kapas untuk membersihkan kotorannya.
- Jangan bersihkan kanal telinga. Ini dapat menyebabkan trauma dan/atau infeksi.
- Jangan masukkan ujung kapas ke dalam kanal telinga. Jika kucing bergerak tiba-tiba, telinganya bisa sakit atau rusak. Jangan pernah juga masukkan air karena air akan melembutkan kulit serta memperbesar risiko infeksi telinga.
-
Periksa wajah kucing untuk mendeteksi masalah kesehatan. Saat membersihkan kucing adalah waktu yang tepat untuk mencari isu lainnya. Misalnya, jika mata kucing mengeluarkan cairan, memerah, atau sering berkedip dan berair, ini berarti Anda harus membawanya ke dokter hewan.
- Temui juga dokter hewan jika kulit di lipatan wajah kucing merah, menggelap, kelihatan teriritasi, atau bulu-bulunya rontok.
- Telinga kucing mungkin meradang jika ia sering menggaruknya. Anda juga mungkin dapat menemukan tungau telinga. Berbicaralah dengan dokter hewan jika kucing menderita masalah telinga.
Iklan
-
Singkirkan sisa-sisa kotoran dari bulu kucing secepat mungkin setelah Anda melihatnya. Jika kucing tidak mampu atau tidak ingin membersihkan dirinya sendiri, waspadai kemungkinan kotoran menempel pada bulu-bulu di bawah ekornya. Hal ini terutama sering terjadi pada kucing berbulu panjang dan yang menderita diare. Jika sisa-sisa kotoran ini tidak dibuang dengan benar, bulu kucing bisa menggumpal, sehingga ia menderita masalah kulit dan tidak bisa buang air besar secara normal. [18] X Teliti sumber Schaer, M, (2010), <i>Clinical Medicine of the Dog and Cat</i>, ISBN 9781840761115
-
Kenakan sarung tangan. Pakai sarung tangan lateks atau karet saat membersihkan kotoran dari bulu kucing. Kotoran kucing mengandung toksoplasmosis, yaitu kondisi parasit yang sangat berbahaya bagi wanita hamil. Jika Anda hamil, minta pasangan membersihkan kucing dan kotak kotorannya. [19] X Sumber Tepercaya Centers for Disease Control and Prevention Kunjungi sumber
-
Bersihkan dengan handuk kertas basah. Jika kotorannya kering, cobalah menariknya dari bulu. Jika tidak bisa, gunakan handuk kertas lembap untuk mengelapnya. Anda juga bisa membeli tisu basah khusus untuk kucing, yang biasanya dijual di toko perlengkapan hewan. Selain itu, Anda dapat memakai tisu basah untuk bayi, tetapi pastikan tisu tersebut bebas aroma. [20] X Teliti sumber Kucing akan menjilat bulu setelah Anda membersihkannya, dan jika ada yang tersisa dari tisu basah, ia akan menelannya.
- Bersihkan area ini sekali sehari atau sesuai keperluan.
-
Keringkan kucing dengan handuk. Setelah membersihkan kotorannya, Anda harus mengeringkan area yang sama. Membiarkan kucing tetap basah dapat menimbulkan kekusutan serta iritasi kulit yang lebih parah.
-
Pertimbangkan memotong bulu di daerah sekitar bokong kucing. Jika Anda tidak dapat menyingkirkan kotoran dengan mudah, pertimbangkan mencukur bulu di sekitar anusnya agar kotoran tidak terperangkap. [21] X Teliti sumber Perawat kucing biasanya menjalankan prosedur ini dan menyebutnya dengan istilah hygiene clip atau sani-clip . [22] X Teliti sumberIklan
- Jaga kebersihan kotak kotorannya. Jika kotak ini tidak bersih, ia mungkin buang air di sudutnya, sehingga ada lebih banyak kotoran yang menempel di bulunya. Atau, ia mungkin mencoba pergi ke tempat lain, sehingga kotoran dapat menempel di bulunya. Bersihkan kotak kotoran setiap hari. Ganti alasnya setiap satu hingga tiga minggu sekali. [23] X Sumber Tepercaya The Humane Society of the United States Kunjungi sumber
- Hubungi dokter hewan jika Anda mencurigai adanya masalah. Jika kucing menderita luka terbuka atau sulit buang air besar karena bulu yang kusut, bawa ia ke dokter hewan, bukan tenaga perawat profesional. Kucing mungkin memerlukan perawatan untuk masalah luka dan lainnya yang ia alami.
Memandikan Kucing Sepenuhnya
- Mandikan kucing hanya jika diperlukan. Kucing umumnya tidak perlu mandi utuh. [24]
X
Teliti sumber
William H. Miller Jr., Craig E. Griffin and Karen L. Campbell, Mueller and Kirk's Small Animal Dermatology.
Penyikatan dan pembersihan rutin biasanya sudah cukup untuk menjaga kebersihan kucing. Akan tetapi, jika ia terkena sesuatu yang lengket, bergulingan di area berdebu, atau menderita diare parah dan melakukan sesuatu yang mengotori sebagian besar bulunya, Anda harus memandikannya.
- Jika Anda tidak ingin memandikan kucing sendiri, bawa ia menemui tenaga perawat hewan profesional.
- Pilih waktu yang tepat untuk memandikan kucing. Kucing tidak akan terlalu stres jika Anda memilih saat ketika ia merasa tenang dan melankolis. Cobalah bermain dengannya sebentar agar ia lelah sebelum dimandikan. Jika kucing terlihat terganggu, tunggu hingga ia tenang sebelum mencoba memandikannya.
- Pangkas kuku-kuku pada cakar kucing. Sebelum memasukkan kucing ke bak mandi, potong kuku-kukunya. Jika ia berusaha berontak, ini berguna untuk membantu meminimalkan risiko tercakar. [25]
X
Teliti sumber
Pastikan Anda tidak memotong terlalu banyak. Potong saja ujung-ujungnya agar tidak terlalu tajam. Jika terlalu dalam, Anda mungkin mengenai quick
. Bagian ini akan membuat kucing merasa kesakitan, selain mungkin menimbulkan pendarahan.
- Jika Anda tidak yakin mengenai cara memotong kuku kucing, bawa ia menemui tenaga perawat hewan profesional atau dokter hewan.
- Sikat bulu kucing dengan baik. Menggunakan sikat akan membantu untuk menyingkirkan bulu-bulu yang longgar serta kotoran. Hilangkan juga semua bagian yang kusut, karena bagian-bagian ini bisa memerangkap sampo. [26] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber
- Minta bantuan seseorang. Siapkan ia untuk menahan kucing atau mengoperkan benda-benda yang diperlukan. Memandikan kucing sendirian adalah kegiatan yang sangat menantang, jadi jangan lakukan kecuali Anda tidak punya opsi lain.
- Kumpulkan perlengkapan Anda. Sebelum melibatkan kucing dalam prosesnya, kumpulkan semua perlengkapan yang diperlukan agar Anda langsung siap saat kucing sudah dimasukkan ke bak mandi. Perlengkapan ini termasuk:
- Sampo kucing: jangan gunakan sampo anjing
- Gelas plastik atau tempat minum besar
- Handuk
- Kain bersih
- Alas karet
- Persiapkan bak mandi atau wastafel. Anda bisa memandikan kucing di bak mandi, atau wastafel jika ukurannya cukup besar. Letakkan alas karet di dasarnya. Alas ini akan mencegah kucing terpeleset. Isi bak dengan air hangat setinggi 7,5-10 cm. [27] X Sumber Tepercaya American Society for the Prevention of Cruelty to Animals Kunjungi sumber
- Mulailah memandikan kucing. Masukkan kucing ke dalam bak dan minta teman memegang lipatan lehernya. Kemudian, gunakan gelas atau tempat air untuk membasahi bulu kucing secara merata. Basahi kucing hanya dari bagian leher ke bawah dan berusahalah sebaik mungkin untuk tidak menyiram mata, hidung, serta telinganya.
- Ajak kucing bicara dalam nada yang menenangkan saat Anda melakukannya. Yakinkan ia bahwa yang Anda lakukan merupakan hal yang aman dan bersikaplah lembut kepadanya.
- Pijatkan campuran sampo ke bulu kucing. Gunakan campuran yang terdiri dari satu bagian sampo dan lima bagian air. Minta teman terus memegang lipatan leher kucing saat Anda membuat campurannya. Tuangkan campuran ini di atas tubuh kucing, tetapi hindari area mata, telinga, dan hidung. Kemudian, gunakan ujung-ujung jari untuk memijatkan sampo agar meresap ke lapisan bulu kucing.
- Jika Anda perlu membersihkan area bokong kucing, kenakan sarung tangan lateks atau vinyl.
- Bilas sampo. Tuangkan air hangat dengan menggunakan gelas atau wadah air. Ingat, hindari area mata, telinga, dan hidung. Pastikan Anda sudah membilas seluruh sisa residu sampo dari bulu kucing. Anda mungkin perlu menggunakan beberapa gelas penuh untuk membersihkan seluruh sisa sampo.
- Keringkan kucing. Setelah selesai, minta teman mengangkat kucing dengan lembut dan mengeluarkan serta menempatkannya di atas handuk. Kemudian, bungkuskan handuk lain di seputar tubuh kucing untuk membantunya kering serta merasa hangat. Bawa ia ke ruangan yang hangat untuk dikeringkan.
Menggunakan Jasa Perawat Profesional
- Cobalah jasa perawatan profesional jika Anda tidak mampu melakukannya sendiri. Jika Anda sering tidak di rumah atau terlalu sibuk untuk merawat kucing secara rutin, pertimbangkan membawnya menemui tenaga penyedia jasa perawatan profesional. Beberapa contoh layanan yang ditawarkan adalah: menyikat bulu, mencukur kekusutan yang parah, memotong kuku, membersihkan telinga, dan mandi.
- Cari jasa perawat yang memiliki spesialisasi pada kucing. Carilah daring atau minta rujukan dari dokter hewan. Jika Anda tinggal di AS, pastikan sang perawat merupakan bagian dari National Cat Groomers Institute of America . Asosiasi ini mengatur dan mempertahankan standar-standar perawatan kucing.
- Pertimbangkan tingkat stres kucing. Anda harus memikirkan kemungkinan ia mengalami stres jika dibawa menemui perawat. Pertimbangkan juga bagaimana ia akan menyikapi perjalanannya. Pengalaman ini mungkin sulit bagi si kucing. Namun, jika bulunya berada dalam keadaan yang sangat buruk, risikonya mungkin tetap sepadan. [28] X Teliti sumber
- Bertanyalah tentang memotong bulu kepada dokter hewan. JIka penyikatan setiap hari dan pembersihan rutin tidak cukup untuk menjaga kondisi kucing, berbicaralah kepada dokter hewan mengenai apakah pemotongan bulu diperlukan. Pemotongan ini biasanya tidak diharuskan bagi kucing yang dapat menjaga kebersihan diri sendiri, atau mudah ditangani oleh pemiliknya. Namun, kucing berbulu panjang sangat sering mengalami masalah kekusutan. Kucing-kucing seperti ini biasanya tidak suka disikat setiap hari dan tidak cukup merawat dirinya, sehingga mungkin akan lebih baik jika bulunya dipotong. [29]
X
Teliti sumber
- Tergantung pada sifat kucing, prosedur ini mungkin memerlukan pembiusan yang dilakukan oleh dokter hewan.
Peringatan
- Jika kucing kesulitan merawat dirinya sendiri, jadwalkan janji temu dengan dokter hewan untuk mendiagnosis serta mengatasi masalah yang menyebabkan serta mencegah kucing melakukannya. [30] X Teliti sumber
- ↑ Miller Jr., WH, Griffin, CE, and Campbell, KL, (2012), Mueller and Kirk's Small Animal Dermatology , ISBN 978-1416000280
- ↑ Nelson, R, and Couto, G, (2013), Small Animal Internal Medicine , ISBN 978-0323086820
- ↑ http://www.vet.cornell.edu/fhc/Health_Information/CW_older.cfm
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/groom-your-cat
- ↑ http://www.animalplanet.com/pets/healthy-pets/cat-not-grooming-itself/
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/cat-brushing-skin-care
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/cat-brushing-skin-care
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/groom-your-cat
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/cat-brushing-skin-care
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/groom-your-cat
- ↑ http://www.merckvetmanual.com/pethealth/cat_basics/routine_care_and_breeding_of_cats/routine_health_care_of_cats.html?qt=groom&alt=sh
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/cat-brushing-skin-care
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/top-tips-keeping-kittys-eyes-healthy
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/top-tips-keeping-kittys-eyes-healthy
- ↑ Miller Jr., WH, Griffin, CE, and Campbell, KL, (2012), Mueller and Kirk's Small Animal Dermatology , ISBN 978-1416000280
- ↑ Miller Jr., WH, Griffin, CE, and Campbell, KL, (2012), Mueller and Kirk's Small Animal Dermatology , ISBN 978-1416000280
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/ear-care
- ↑ Schaer, M, (2010), Clinical Medicine of the Dog and Cat , ISBN 9781840761115
- ↑ http://www.cdc.gov/parasites/toxoplasmosis/gen_info/faqs.html
- ↑ http://www.floppycats.com/cat-grooming-help.html
- ↑ http://www.icatcare.org/advice/keeping-your-cat-happy/elderly-cats-%E2%80%93-special-considerations
- ↑ http://nationalcatgroomers.com/grooming-styles-cats-video
- ↑ http://www.humanesociety.org/animals/cats/tips/preventing_litter_box_problems.html
- ↑ William H. Miller Jr., Craig E. Griffin and Karen L. Campbell, Mueller and Kirk's Small Animal Dermatology.
- ↑ http://www.petco.com/Content/ArticleList/Article/19/2/1888/Bathing-Your-Cat.aspx
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/bathing-your-cat
- ↑ https://www.aspca.org/pet-care/cat-care/bathing-your-cat
- ↑ http://healthypets.mercola.com/sites/healthypets/archive/2014/04/23/long-haired-cats.aspx
- ↑ http://www.vcahospitals.com/main/pet-health-information/article/animal-health/grooming-and-coat-care-for-your-cat/4292
- ↑ http://www.vet.cornell.edu/fhc/Health_Information/CW_older.cfm