Kolonoskopi adalah sebuah prosedur yang melibatkan pemasukan alat berbentuk pipa ke dalam usus besar untuk menentukan ada tidaknya polip atau pertumbuhan yang mengarah pada munculnya kanker. Ini adalah prosedur pencegahan kanker yang sangat penting. Tes ini memiliki reputasi yang kurang menyenangkan, tetapi jika Anda bersiap-sedia dengan cara yang benar, Anda bisa menjalani tes tersebut tanpa banyak kesulitan dan selain itu ada jaminan untuk tidak perlu menjalaninya lagi. Lihat Langkah 1 dan selanjutnya untuk mempelajari cara mempersiapkan diri saat akan menjalani kolonoskopi.
Langkah
-
Memahami tujuan kolonoskopi. Kolonoskopi adalah teknologi terbaik yang tersedia untuk memastikan jika pertumbuhan kanker atau prakanker yang disebut polip terdapat di dalam usus besar. Deteksi dini akan memungkinkan pasien mendapatkan rawatan yang mereka butuhkan untuk mencegah pertumbuhan meningkat ke tahap berikutnya. The American Cancer Society merekomendasikan orang-orang berusia di atas 50 tahun untuk menjalani kolonoskopi selang 10 tahun sekali. [1] X Sumber Tepercaya American Cancer Society Kunjungi sumber Mereka yang berisiko terkena kanker usus besar harus lebih sering menjalani tes ini. Orang-orang yang termasuk dalam kategori di atas adalah:
- Mereka yang memiliki riwayat kanker usus besar atau polip.
- Mereka dengan riwayat keluarga penderita kanker usus besar.
- Mereka yang memiliki riwayat penyakit radang usus (IBS) atau penyakit Crohn.
- Mereka dengan poliposis familial adenomatosa (FAP) atau keturunan kanker usus non-poliposis (HNPCC).
-
Memahami cara kerja kolonoskopi. Prosedur dimulai dengan pemeriksaan dubur, yaitu dokter akan memeriksa daerah sekitar anal dan dubur. Sebuah pipa panjang dan tipis yang disebut kolonoskop akan dimasukkan ke dalam usus melalui anus. Alat ini dilengkapi dengan kamera kecil di bagian ujungnya yang berfungsi untuk menampilkan kondisi usus besar, polip atau pertumbuhan lainnya.
- Untuk memastikan kamera bisa dengan jelas menampilkan gambar usus besar, ia harus dikosongkan sepanjang prosedur. Ini berarti pasien dilarang makan makanan padat sehari sebelum dan di hari prosedur dilangsungkan.
- Pasien biasanya akan diberikan obat untuk membuat mereka bersantai selama prosedur berlangsung. Kebanyakan orang tidak mampu mengingat kembali prosedur yang sudah berlangsung setelah efek obat hilang. Prosedur ini biasanya berlangsung selama 30 menit. [2] X Sumber Tepercaya American Cancer Society Kunjungi sumber
-
Mempersiapkan tubuh dengan cara yang benar. Ketika bertemu dengan dokter pertama kali untuk berdiskusi mengenai kolonoskopi, instruksi untuk mempersiapkan tubuh sebelum menjalani tes akan diberikan. Dokter akan melarang Anda mengonsumsi makanan padat dan menginstruksikan berapa banyak cairan yang harus minum, dan kapan. Instruksi ini wajib ditaati untuk memastikan usus besar dalam keadaan bersih pada hari prosedur dijalankan. Jika tidak, kamera tidak dapat menampilkan kondisi usus Anda secara jelas - yang berakibat Anda perlu mengulangi kembali prosedur di hari yang lain.
- Bahkan mengonsumsi camilan bisa membatalkan tes. Berpuasa sehari sebelum tes akan terasa berat, tetapi pastinya akan memberikan hasil memuaskan setelah tes selesai dan dapat dilakukan dengan cepat.
- Mungkin akan lebih mudah jika Anda mempersiapkan diri seminggu sebelumnya dengan mengurangi porsi makan menjelang hari sebelum tes dilangsungkan.
-
Melaporkan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Ada obat-obatan tertentu yang harus dihentikan satu atau beberapa hari sebelum tes. Anda diwajibkan untuk memberitahukan kepada dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi sebelum mempersiapkan diri untuk menjalani tes. Dalam beberapa kasus, Anda bisa tetap mengonsumsi obat-obatan tersebut, tetapi dalam kasus lain dokter mungkin akan meminta Anda untuk tidak mengonsumsi obat-obatan tersebut selama beberapa hari. Suplemen juga dapat mengganggu tes. Sampaikan pada dokter jika Anda mengonsumsi obat-obatan atau supplemen berikut: [3] X Teliti sumber
- Obat anti-inflamasi
- Obat pengencer darah
- Aspirin
- Obat diabetes
- Obat tekanan darah
- Suplemen minyak ikan
-
Menyiapkan rencana untuk hari tes. Kolonoskopi biasanya dijalankan di pagi hari. Kosongkan jadwal untuk mempersiapkan hari tes. Karena dokter mungkin akan memberikan obat untuk beristirahat, Anda mungkin terlalu mengantuk untuk menyetir sendiri sepulang dari tes, jadi mintalah bantuan orang lain untuk mengantarkan Anda pulang. Anda mungkin perlu mengambil libur kerja sehari atau setidaknya luangkan satu atau dua jam untuk beristirahat.Iklan
-
Hanya mengonsumsi cairan dan makanan bening. Ini adalah satu-satunya jenis cairan atau makanan yang dapat Anda konsumsi sehari sebelum kolonoskopi. Cairan dianggap "bening" jika Anda bisa membaca koran melaluinya. Jenis cairan yang bening adalah sebagai berikut:
- Air putih
- Jus apel tanpa ampas
- Teh atau kopi tanpa susu
- Kaldu ayam atau sayur bening
- Soda
- Minuman olahraga bening
- Agar-agar dengan rasa
- Es loli
- Permen keras
- Madu
-
Jangan mengkonsumsi makanan padat atau cairan buram. Setiap cairan yang mengandung ampas atau susu dan hampir semua makanan padat harus dihindari. Jangan mengonsumsi makanan atau minuman sebagaimana berikut:
- Jus jeruk, jus nanas atau jus lain yang tidak tembus pandang
- Produk susu seperti susu atau susu kocok, keju, dll.
- Smoothie
- Sup dengan potongan makanan
- Biji-bijian
- Daging
- Sayur
- Buah
-
Minum minimal 4 gelas cairan bening setiap kali makan. Sarapan, makan siang dan makan malam sehari sebelum prosedur masing-masing harus terdiri dari minimal 236-298 ml cairan bening.
- Anda bisa minum segelas kopi tanpa susu, segelas jus apel dan dua gelas air untuk sarapan.
- Anda bisa minum segelas minuman olahraga, segelas kaldu bening dan dua gelas air untuk makan siang.
- Anda bisa mengonsumsi camilan berupa permen bening yang keras, es loli atau agar-agar.
- Anda bisa minum segelas teh, segelas kaldu sayuran dan dua gelas air untuk makan malam.
-
Mengonsumsi obat untuk persiapan tes. Dokter akan memberikan Anda obat persiapan yang wajib diminum pada jam 6:00 sore, sehari sebelum hari tes. Obat persiapan berfungsi untuk membersihkan usus pada keesokan harinya. Terkadang dokter juga meresepkan obat persiapan terpisah, yang berarti bahwa setengah harus dikonsumsi di malam hari dan setengah di hari berlangsungnya tes. Ikuti petunjuk dokter dan petunjuk pada kemasan obat persiapan. [4] X Teliti sumber Setelah mengonsumsi obat tersebut, tinja yang ke luar akan tampak seperti cairan bening yang telah Anda konsumsi – ini adalah pertanda obat persiapan sudah bekerja.
- Jika tinja yang ke luar masih terlihat coklat dan keruh, ini pertanda obat persiapan belum bekerja.
- Jika cokelat atau oranye dan bening, ini menandakan obat mulai bekerja.
- Usus telah siap dan Anda sudah boleh pergi ke rumah sakit jika tinja terlihat bening dan kekuningan, seperti urin.
Iklan
-
Konsumsi cairan bening untuk sarapan. Jangan makan makanan padat di pagi hari saat tes akan dijalankan. Anda cukup mengonsumsi air, jus apel, teh, atau kopi hitam di pagi hari.
-
Lakukan persiapan usus tahap kedua jika perlu. Jika dokter menginstrusikan 2 tahap persiapan, Anda akan menjalani tahap kedua di pagi hari saat tes akan dilangsungkan. Pastikan untuk mengikuti instruksi berikut dengan saksama.
-
Minum 2 gelas minuman olahraga sebelum tes. Minum 236-298 ml minuman olahraga tepat sebelum pergi untuk menjalani tes, kemudian lapor diri untuk tes yang sudah dijadwalkan.
-
Mengonsumsi makanan sebagaimana biasanya setelah tes selesai. Anda boleh mengonsumsi apapun sepanjang hari setelah tes selesai dijalankan.Iklan
Tips
- Setelah minum obat pencahar, tinja akan menjadi padat, namun seiring dengan berjalannya waktu, tinja akan menjadi encer secara bertahap sampai menjadi cair sepenuhnya
- Ikuti saran profesional medis. Dokter mungkin menyarankan:
- Minum banyak air dengan campuran cuka sari apel sebelum tes supaya tubuh Anda senantiasa terhidrasi
- Obat-obatan yang perlu dihindari sebelum tes adalah obat pengencer darah dan suplemen zat besi (termasuk multivitamin yang mengandung zat besi).
Iklan
Referensi
- ↑ http://www.cancer.org/cancer/colonandrectumcancer/moreinformation/colonandrectumcancerearlydetection/colorectal-cancer-early-detection-acs-recommendations
- ↑ http://www.cancer.org/healthy/findcancerearly/examandtestdescriptions/faq-colonoscopy-and-sigmoidoscopy
- ↑ http://www.uclahealth.org/workfiles/documents/brochures-programs/preparing-colonoscopy-en.pdf
- ↑ http://www.uclahealth.org/workfiles/documents/brochures-programs/preparing-colonoscopy-en.pdf
Tentang wikiHow ini
Halaman ini telah diakses sebanyak 34.331 kali.
Iklan