Artikel ini disusun bersama Kelli Miller, LCSW, MSW
. Kelli Miller adalah Psikoterapis, Penulis, dan Pembawa Acara TV/Radio di Los Angeles, California. Kelli saat ini membuka praktik dan memfokuskan diri memperbaiki hubungan pasangan dan keluarga, depresi, kecemasan, seksualitas, pengasuhan anak, dan sebagainya. Kelli juga memfasilitasi kelompok-kelompok di The Villa Treatment Center yang berjuang mengatasi kecanduan alkohol dan obat terlarang. Sebagai pengarang, dia meraih penghargaan Next Generation Indie Book Award untuk bukunya yang berjudul "Thriving with ADHD: A Workbook for Kids" dan juga menuils "Professor Kelli's Guide to Finding a Husband". Kelli juga mengampu acara "The Dr. Debra and Therapist Kelli Show" di LA Talk Radio. Anda bisa melihat kegiatannya di Instagram @kellimillertherapy. Dia meraih gelar MSW (Masters of Social Work) dari University of Pennsylvania dan gelar BA dalam Sosiologi/Kesehatan dari University of Florida.
Ada 10 referensi
yang dikutip dalam artikel ini dan dapat ditemukan di akhir halaman.
Friendzone . Ah... Sebuah situasi saat Anda merasakan hubungan dengan seseorang, tetapi ia tidak memandang Anda sebagai lebih dari teman. Berkirim pesan memang memudahkan Anda untuk menjadi bagian dari kehidupan atau rutinitas seseorang, tetapi juga sebenarnya dapat menjadi jalan yang tepat untuk keluar dari zona teman. Ambil ponsel Anda dan baca langkah-langkah untuk mengirimkan pesan yang spesifik. Artikel ini akan menunjukkan kepada Anda cara keluar dari zona nyaman dan membawa hubungan Anda ke tingkat yang lebih serius.
Langkah
-
Rayuan adalah salah satu hal yang Anda bisa manfaatkan untuk menjauhi zona teman. Kirimkan ia pesan manis yang tak terduga untuk mengejutkannya dan mungkin mengubah pandangannya terhadap Anda. Alih-alih menganggap Anda sebagai teman yang bisa diandalkan, tiba-tiba ia akan melihat Anda sebagai calon pacar. Berikut adalah beberapa contoh pesan berisi rayuan yang Anda bisa manfaatkan: [1] X Teliti sumber
- "Kenapa nggak semua orang bisa seperti kamu?!"
- " Nggak semua orang cocok pakai baju seperti kamu hari ini."
- "Kamu ada niat nonton film baru itu bareng aku? 😜"
Iklan
-
Bahasa mesra lebih berani dan “centil” dibandingkan bahasa pertemanan. Jangan gunakan nada kasual yang sama seperti saat Anda mengirimkan pesan kepada orang lain. Sebagai gantinya, Anda perlu mengirimkan sinyal kepadanya yang menunjukkan bahwa Anda melihatnya sebagai sosok yang berbeda—calon pasangan. Ada beberapa contoh yang Anda bisa gunakan: [2] X Teliti sumber
- "Kamu muncul di pikiranku sepanjang pagi ini."
- "Aku sulit melupakan penampilanmu kemarin malam."
- "Kita akan bertemu Jumat nanti, ‘kan? Ah, hari Jumat kenapa masih lama ya? 😏"
-
Pujian bisa menarik perhatiannya dan membuatnya menghargai opini Anda. Selain itu, pujian menunjukkan bahwa Anda cukup percaya diri untuk memberi tahunya apa yang Anda sukai, serta mencerminkan bahwa Anda mengamatinya. Sebagai contoh: [3] X Teliti sumber
- "Kamu tahu apa yang aku suka dari kamu? Jiwa kedermawananmu."
- "Aku senang karena kamu selalu tahu cara menghibur seseorang."
- "Aku senang karena kamu adalah sosok yang nyaman untuk diajak mengobrol. Kamu memang pendengar yang baik."
Iklan
-
Kecocokan menandakan bahwa Anda berdua memiliki nilai dan minat yang sama. Jika Anda merasa Anda adalah sosok yang tepat, tunjukkan kepadanya bahwa Anda berdua bisa menjadi pasangan yang cocok. Meskipun sebelumnya ia tidak menganggap Anda sebagai calon pasangan, bisa saja ia membuka diri jika Anda mampu meyakinkannya.
- Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan, "Aku melihat beberapa hal hebat di dalam dirimu yang kuanggap penting” atau “Kurasa kita bisa menjadi pasangan yang hebat! Kita berdua mengikuti klub yang sama dan memiliki selera film yang sama!"
-
Kejujuran membuat Anda terlihat berani dan lebih memikat. Ia akan mulai melihat Anda sebagai sosok teman yang bersimpati dan mampu mendukungnya, alih-alih seseorang yang hanya melontarkan keinginan atau pendapatnya sendiri tanpa empati. Tidak masalah jika Anda berdua sesekali berbeda pendapat! Yang terpenting adalah ia mampu melihat Anda memegang teguh pendapat Anda sendiri. [4] X Teliti sumber
- Ubah perbedaan opini menjadi sebuah candaan. Sebagai contoh, jika ia mengatakan “ Band kesukaanku akan tampil di konser minggu ini. Apa kamu tahu mereka?”, Anda bisa mengatakan “Tenang saja. Aku masih tetap suka kamu meski kamu suka mereka. Mungkin aku perlu mengajarimu pendidikan musik. Mau nonton konser lain denganku minggu depan?"
Iklan
-
Ia akan merasa bahwa ia perlu mengejar Anda untuk mendapatkan perhatian. Selain itu, ia juga tidak akan beranggapan bahwa Anda selalu ada dan merupakan sosok orang yang tepat baginya bersandar. [5] X Teliti sumber
- Seimbangkan pesan-pesan yang Anda kirimkan. Jika ia mengirimkan Anda satu pesan, tunggu sejenak dan kirimkan satu pesan balasan. Tahan dorongan untuk mengirimkan beberapa pesan. Ingatlah bahwa ialah yang seharusnya mengejar Anda!
-
Bangun antisipasi agar Anda tidak terkesan terlalu ngotot atau menyedihkan. Sebetulnya, Anda bahkan perlu mengabaikan beberapa pesannya, terutama jika Anda tahu bahwa ia sedang bosan dan hanya ingin mengisi waktu. [6] X Teliti sumber
- Sebagai contoh, akan lebih baik jika Anda mengabaikan pesan seperti “Hai! Kelas ini sepertinya nggak ada ujungnya. Kamu lagi mikirin apa?”. Alih-alih membalas pesan tersebut, biarkan ia berpikir bahwa Anda sedang sangat sibuk. Ia pun akan bertanya-tanya apa yang Anda rencanakan.
- Anda bisa menunggu hingga malam atau sore untuk membalas pesannya. Anda bisa mengirimkan pesan, misalnya, “Maaf aku baru balas. Aku tadi sibuk menyelesaikan sesuatu.” Jangan menyebutkan sesuatu secara terperinci. Biarkan ia menyadari bahwa Anda pun masih memiliki kehidupan sendiri.
Iklan
-
Dengan menjaga fokus kepada Anda berdua, Anda bisa membangun keakraban. Jangan sampai Anda menjadi sosok yang ia datangi untuk bercerita saat ia memiliki rasa suka terhadap orang lain. Hal seperti itu dengan tegas akan menempatkan Anda dalam zona teman! Jika ia mulai membahas orang lain, segera ganti topik percakapan. [7] X Teliti sumber
- Jika Anda merasa tidak bisa mengubah topik dengan mudah, abaikan pesannya. Ia akan paham bahwa ia tidak bisa membahas hubungan lain dengan Anda, dan ini adalah hal yang baik!
- Sebagai contoh, jika ia mengirimkan pesan seperti “Dedi yang kasih tahu aku soal restoran baru itu”, Anda bisa mengabaikannya atau mengatakan “Oh, aku kemarin datang ke satu stan makanan dan aku rasa kamu juga akan suka."
-
Ia akan memandang Anda sebagai calon pacar alih-alih teman biasa. Anda mungkin takut mengungkapkan perasaan kepadanya sehingga ia beranggapan bahwa Anda hanya teman biasa. Tanpa disadari, Anda sudah masuk ke zona teman! Untuk mencegah hal tersebut, berusahalah bersikap berani. Katakan kepada diri sendiri bahwa Anda adalah sosok yang layak dikencani dan mengetahui apa yang Anda inginkan. Kepercayaan diri adalah sesuatu yang memikat, dan ada beberapa contoh yang Anda bisa coba untuk mencerminkan kepercayaan diri melalui pesan singkat: [8] X Teliti sumber
- "Aku selalu berpikir bahwa kita bisa menjadi pasangan yang hebat."
- "Kita punya banyak kesamaan. Aku ingin tahu seperti apa rasanya berkencan denganmu. 😉"
- "Aku merasakan getaran saat bersamamu dan aku ingin tahu arah hubungan kita."
Iklan
-
Anda bisa tetap berada di zona teman jika Anda bersikap pasif atau takut mengambil langkah. Ia bisa saja melihat Anda sebagai sebatas teman karena Anda tidak jelas mengenai hubungan yang Anda ingin jalani dengannya. Untuk menghindari atau keluar dari zona teman, utarakan secara jelas keinginan Anda dan ajaklah ia berkencan. Dengan demikian, ia tahu secara pasti apa yang Anda inginkan! Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan: [9] X Teliti sumber
- "Aku ingin tanya sesuatu sejak lama. Maukah kamu pergi berkencan denganku? Sambil minum kopi mungkin?"
- "Aku ingin mengajak kamu kencan. Apakah kamu punya waktu luang?"
- "Aku senang mengobrol denganmu lewat chat , tetapi aku lebih senang mengobrol secara langsung. Mau makan siang atau makan malam bersama minggu ini?"
Tahan diri untuk tidak berkirim pesan dengannya jika segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan.
-
Dengan demikian, Anda memiliki waktu untuk bercermin. Terkadang, menarik diri dan menghentikan semua komunikasi atau obrolan lewat pesan singkat bisa memberikan jarak yang sebetulnya berguna bagi Anda. Ia mungkin menyadari bahwa ia rindu berkirim pesan dengan Anda atau bertanya-tanya apa yang Anda sedang lakukan saat tidak mengobrol dengannya. [10] X Teliti sumber
- Istirahat atau jeda panjang bahkan bisa mengubah perasaannya tentang Anda. Saat Anda kembali berkirim pesan dengannya, jadilah sosok yang lebih berani dan yakin. Ia mungkin pada akhirnya memutuskan untuk mengubah perasaannya kepada Anda.
Iklan
wikiHow Terkait
Referensi
- ↑ https://youtu.be/ciFoRV5NzWQ?t=163
- ↑ https://youtu.be/YVl1qmn8Bf4?t=40
- ↑ https://youtu.be/iFtNjK0lfqs?t=196
- ↑ https://youtu.be/vuK0OdsLf7c?t=105
- ↑ https://youtu.be/Pu0MopMR2L4?t=414
- ↑ https://youtu.be/Pu0MopMR2L4?t=96
- ↑ https://beyondages.com/how-to-get-out-of-the-friendzone/
- ↑ https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-attraction-doctor/201302/avoiding-the-friend-zone-becoming-girlfriend-or-boyfriend
- ↑ https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-attraction-doctor/201302/avoiding-the-friend-zone-becoming-girlfriend-or-boyfriend
Tentang wikiHow ini
Pernyaan Penyangkalan Medis'
Konten dalam artikel ini tidak ditujukan sebagai pengganti anjuran, pemeriksaan, diagnosis, maupun perawatan medis profesional. Anda harus selalu menghubungi dokter atau tenaga kesehatan profesional lain sebelum memulai, mengubah, maupun menghentikan perawatan medis apa pun.