Apakah Kamu Mengalami Derealisasi?

Cari tahu jawabannya lewat kuis ini!

Pernahkah kamu merasa seakan-akan sedang bermimpi, dan tubuhmu seperti bukan milikmu? Jika ya, mungkin kamu mengalami derealisasi atau depersonalisasi. Derealisasi adalah perasaan terputus dari lingkungan sekitar, sedangkan depersonalisasi adalah perasaan terpisah dari pikiran dan tubuh. Pengalaman keluar dari tubuh dan melamun bisa dialami siapa pun. Namun, terlalu sering mengalami hal ini bisa jadi merupakan tanda gangguan derealisasi-depersonalisasi atau DDD ( depersonalization-derealization disorder ). Ikuti kuis ini untuk mengetahui apakah kamu mengalami derealisasi.

Walaupun dibuat berdasarkan riset psikologis, hasil kuis ini bukanlah diagnosis klinis. Jika kamu yakin menderita gangguan diasosiasi atau penyakit mental, berkonsultasilah dengan psikolog.

Seorang laki-laki yang terlihat putus asa sedang duduk di bangku pinggir jalan, sambil memegang kepala.

Kuis menjadi lebih menyenangkan bersama teman-teman

Bagikan kuis ini ke teman-temanmu dan bandingkan hasilnya

Ringkasan Pertanyaan

1. Kamu sering merasa seakan-akan hidup di dalam mimpi.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
2. Kamu kadang sulit mengenali pantulan dirimu sendiri.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
3. Kamu sering merasa seperti orang asing bagi dirimu sendiri.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
4. Kamu kadang merasa seperti robot.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
5. Kamu sering kali merasa suara terdengar lebih lirih daripada yang sesungguhnya.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
6. Kamu cenderung mati rasa secara emosional.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
7. Kamu kadang merasa seakan-akan mengamati kehidupanmu dari luar tubuh.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
8. Kamu merasa terputus dengan ingatanmu.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
9. Kamu sulit mengingat hal-hal dengan jelas.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
10. Kamu sulit memahami lingkungan di sekitarmu.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
11. Orang-orang yang kamu kenal dengan baik sering kali terasa seperti orang asing.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
12. Kamu sering ragu apakah ingatanmu adalah milikmu sendiri.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
13. Kamu sering merasa asing dengan tubuhmu sendiri.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.
14. Penglihatanmu sering kabur atau buram, seakan-akan kamu melihat di dalam kabut.
  1. Setuju.
  2. Agak setuju.
  3. Agak tidak setuju.
  4. Tidak setuju.

Quiz Lain

Apa kamu suka quiz ini?

Derealisasi dan depersonalisasi bisa membuat kamu bingung dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Kamu mungkin sulit mengingat hal-hal secara benar dan sulit mengatur atau menafsirkan emosi.Berkonsultasilah dengan psikolog atau dokter jika kamu yakin menderita derealisasi atau depersonalisasi. Mereka bisa membantu menangani gejalanya dan memberikan perawatan yang cocok untukmu. Jangan biarkan hidupmu dikendalikan oleh derealisasi. Dengan dukungan dan bimbingan yang tepat, kamu pasti bisa kembali menjadi diri sendiri.","edit_links":[{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengatasi-Depersonalisasi"},{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental"}],"link_data":[{"title":"Cara Mengatasi Depersonalisasi","id":2155587,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengatasi-Depersonalisasi","relUrl":"\/Mengatasi-Depersonalisasi","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/18\/Overcome-Depersonalization-Step-12-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Overcome-Depersonalization-Step-12-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengatasi Depersonalisasi"},{"title":"Cara Mengetahui Apakah Anda Sakit Mental","id":2147759,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental","relUrl":"\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/43\/Know-if-You-Are-Mentally-Ill-Step-18-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Know-if-You-Are-Mentally-Ill-Step-18-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengetahui Apakah Anda Sakit Mental"}],"minimum":0,"image":"","image_url":""},{"number":2,"text":"Kamu mungkin mengalami episode derealisasi dan\/atau depersonalisasi.","meaning":"Kamu mungkin merasa seolah-olah hidup di dalam mimpi atau keluar dari tubuh dalam waktu lama. Hal ini mungkin tidak terjadi setiap hari, tetapi cukup sering kamu alami dan membuatmu khawatir.Kamu mungkin sering merasa berada di luar tubuh dan seperti berjalan di dalam kabut. Kamu sulit menyatukan kenangan dan terhubung dengan orang yang kamu sayangi secara emosional. Mungkin cara termudah untuk menggambarkan perasaanmu adalah dengan membandingkan dirimu dengan robot\u2014jadi, kamu merasa tidak punya kendali terhadap diri sendiri.Berkonsultasilah dengan psikolog atau dokter jika kamu yakin menderita derealisasi atau depersonalisasi. Mereka bisa membantu menangani gejalanya dan memberikan perawatan yang cocok untukmu. Jangan biarkan hidupmu dikendalikan oleh derealisasi. Dengan dukungan dan bimbingan yang tepat, kamu pasti bisa kembali menjadi diri sendiri.","edit_links":[{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengatasi-Depersonalisasi"},{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental"}],"link_data":[{"title":"Cara Mengatasi Depersonalisasi","id":2155587,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengatasi-Depersonalisasi","relUrl":"\/Mengatasi-Depersonalisasi","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/18\/Overcome-Depersonalization-Step-12-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Overcome-Depersonalization-Step-12-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengatasi Depersonalisasi"},{"title":"Cara Mengetahui Apakah Anda Sakit Mental","id":2147759,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental","relUrl":"\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/43\/Know-if-You-Are-Mentally-Ill-Step-18-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Know-if-You-Are-Mentally-Ill-Step-18-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengetahui Apakah Anda Sakit Mental"}],"minimum":0,"image":"","image_url":""},{"number":3,"text":"Kamu mungkin mengalami beberapa tanda awal derealisasi dan\/atau depersonalisasi.","meaning":"Jawabanmu menunjukkan bahwa mungkin kamu menderita derealisasi ringan. Kamu terkadang merasa terputus dari diri sendiri (seakan-akan tubuhmu dikendalikan orang lain), tetapi sebagian besar waktu kamu tetap merasa seperti diri sendiri 100%. Kamu sesekali merasakan seperti keluar dari tubuh dan mengalami episode cemas atau depresi.Mungkin ada beberapa hal yang memicu episode dan perasaan disosiasi ini. Kamu mungkin pernah mengalami kejadian yang menyedihkan atau traumatis, dan persepsi kamu tentang kenyataan menjadi terdistorsi ketika melihat hal-hal yang mengingatkan kamu tentang kejadian tersebut.Walaupun kamu hanya mengalami sedikit tanda derealisasi, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog atau dokter. Mereka bisa membantu menangani gejalanya dan memberikan perawatan yang cocok untukmu agar kamu bisa kembali menjadi diri sendiri.","edit_links":[{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengatasi-Depersonalisasi"},{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental"}],"link_data":[{"title":"Cara Mengatasi Depersonalisasi","id":2155587,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengatasi-Depersonalisasi","relUrl":"\/Mengatasi-Depersonalisasi","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/18\/Overcome-Depersonalization-Step-12-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Overcome-Depersonalization-Step-12-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengatasi Depersonalisasi"},{"title":"Cara Mengetahui Apakah Anda Sakit Mental","id":2147759,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental","relUrl":"\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/43\/Know-if-You-Are-Mentally-Ill-Step-18-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Know-if-You-Are-Mentally-Ill-Step-18-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengetahui Apakah Anda Sakit Mental"}],"minimum":0,"image":"","image_url":""},{"number":4,"text":"Kemungkinan besar, kamu tidak menderita derealisasi atau depersonalisasi.","meaning":"Jawabanmu menunjukkan bahwa kamu tidak mengalami derealisasi atau depersonalisasi. Kamu bisa menjadi diri sendiri di sebagian besar waktu. Mungkin kamu tidak pernah merasa seperti keluar dari tubuh, dan bisa mengendalikan emosi dan tubuh sepenuhnya. Satu-satunya waktu kamu masuk ke dunia mimpi adalah ketika tidur.Secara umum kamu tidak merasa terputus dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Hampir sepanjang waktu kamu bisa menjadi diri sendiri 100%!","edit_links":[{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental"},{"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Menjadi-Diri-Sendiri"}],"link_data":[{"title":"Cara Mengetahui Apakah Anda Sakit Mental","id":2147759,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental","relUrl":"\/Mengetahui-Apakah-Anda-Sakit-Mental","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/43\/Know-if-You-Are-Mentally-Ill-Step-18-Version-2.jpg\/-crop-200-200-200px-Know-if-You-Are-Mentally-Ill-Step-18-Version-2.jpg","alt":"Cara Mengetahui Apakah Anda Sakit Mental"},{"title":"Cara Menjadi Diri Sendiri","id":2137046,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Menjadi-Diri-Sendiri","relUrl":"\/Menjadi-Diri-Sendiri","image":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/76\/Be-Yourself-Step-19.jpg\/-crop-200-200-200px-Be-Yourself-Step-19.jpg","alt":"Cara Menjadi Diri Sendiri"}],"minimum":0,"image":"","image_url":""}]" class="quiz_results_data"/>\"Benarkah<\/picture>","alt":"Quiz: Benarkah Kamu Mengalami Depresi?"},{"title":"Apakah Kamu Punya Anger Issues? - Test","id":2176742,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Masalah-Kemarahan-quiz","relUrl":"\/Masalah-Kemarahan-quiz","image":"\"Masalah<\/picture>","alt":"Apakah Kamu Punya Anger Issues? - Test"},{"title":"Apakah Kamu Mengalami Maladaptive Daydreaming? - Quiz","id":2176580,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Maladaptive-Daydreaming-quiz","relUrl":"\/Maladaptive-Daydreaming-quiz","image":"\"Maladaptive<\/picture>","alt":"Apakah Kamu Mengalami Maladaptive Daydreaming? - Quiz"}],"number":1},{"text":"Aku lebih ingin tahu soal hal lain.","result":"Bagus sekali! Kami punya beberapa kuis tentang jati diri yang mungkin kamu sukai:","next_quizzes":[{"title":"Apa Kelebihan Kamu? - Test","id":2176755,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Apa-yang-Aku-Kuasai-quiz","relUrl":"\/Apa-yang-Aku-Kuasai-quiz","image":"\"Apa<\/picture>","alt":"Apa Kelebihan Kamu? - Test"},{"title":"Emosi Manusia yang Manakah Kamu? - Quiz","id":2176176,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Emosi-Manusia-yang-Manakah-Kamu-quiz","relUrl":"\/Emosi-Manusia-yang-Manakah-Kamu-quiz","image":"\"Emosi<\/picture>","alt":"Emosi Manusia yang Manakah Kamu? - Quiz"},{"title":"Test: A, B, C, atau D, yang Manakah Tipe Kepribadian Kamu?","id":2176041,"url":"https:\/\/id.wikihow.com\/Apakah-Kepribadian-Kamu-Tipe-A,-B,-C,-atau-D-quiz","relUrl":"\/Apakah-Kepribadian-Kamu-Tipe-A,-B,-C,-atau-D-quiz","image":"\"Apakah<\/picture>","alt":"Test: A, B, C, atau D, yang Manakah Tipe Kepribadian Kamu?"}],"number":2}]}" class="quiz_questionnaire_data"/>

Apa Itu Gangguan Derealisasi-Depersonalisasi?

Gangguan derealisasi-depersonalisasi atau DDD ( depersonalization-derealization disorder ) terjadi saat seseorang terus meyakini bahwa dia hidup di dalam mimpi atau di luar tubuhnya. Beberapa orang mengalaminya berulang kali, tetapi tidak merasa terganggu, sedangkan yang lain merasa kewalahan. Penderita DDD merasa bahwa hal-hal di sekelilingnya (bangunan, orang, dan lainnya) tidak nyata. Persepsi ini dapat membingungkan dan mengganggu pekerjaan, hubungan, dan kegiatan sehari-hari.

Penderita DDD bisa mengalami gejala derealisasi dan/atau depersonalisasi. Walaupun mirip, kedua istilah ini sebenarnya tidak sama.

Beberapa gejala depersonalisasi :

  • Merasa seakan-akan berada di luar tubuh.
  • Merasa seperti robot.
  • Tubuh seakan-akan terdistorsi.
  • Mati rasa secara fisik dan/atau emosional.

Beberapa gejala derealisasi :

  • Merasa terasing.
  • Terputus dari orang yang disayangi secara emosional.
  • Pandangan kabur/tidak jelas terhadap lingkungan sekitar.
  • Persepsi tentang waktu yang rendah.

Tergantung masing-masing orang, gejala derealisasi dan depersonalisasi bisa berlangsung beberapa jam, beberapa hari, atau beberapa minggu. Ingat, gejala-gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh penyakit mental lain, misalnya kecemasan, depresi, dan stres pascatrauma atau PTSD ( post-traumatic stress disorder ).

Walaupun penyebabnya belum diketahui, pengobatan dan psikoterapi terbukti bisa meringankan gejala dan membuat penderita DDD bisa menjalani kehidupan secara normal. Jika kamu memiliki salah satu gejala di atas, berkonsultasilah dengan terapis atau dokter untuk mendapatkan bantuan. Jangan menghadapinya sendirian!